[BEM UNRI | INFOGRAFIS KARHUTLA 2020]
.
● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ●
.
Hai, Kolaborator Perjuangan!

Saat ini dunia tengah dihadapkan pada wabah pandemi Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona. Wabah ini pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, China pada akhir 2019 lalu dan telah menjangkiti banyak negara di dunia termasuk Indonesia.

Wabah Covid-19 yang demikian mengkhawatirkan telah menyita fokusan berbagai pihak, khususnya pemerintah. Dalam hal ini pemerintah dituntut untuk sigap, bertindak cepat dan tepat. Kebijakan yang dikeluarkanpun dinanti agar jumlah kasus ini tidak merebak dan semakin meluas. Sehingga jumlah penularan dan kematian dapat menekan dan perlahan mampu mengatasi.

Selain fokus menghadapi Covid-19, kebakaran hutan dan lahan di Riau tetap harus menjadi perhatian dan fokusan pemerintah. Bagaimana tidak, lebih dari 2 dekade kasus ini terus menjadi momok disetiap tahunnya. Oleh karena itu, pemerintah akan terus dituntut untuk berhenti menegaskan dan serius. Tidak hanya fokus dampak (hilirnya) karhutla, melainkan juga tegas dalam menyingkap penyebabnya (hulunya) termasuk mengenai ketegasan yang berlaku kepada korporasi pelaku karhutla.

Sejak awal Januari 2020 ditengah kondisi pandemi Covid-19, kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi dibeberapa daerah di Provinsi Riau, yaitu Kabupaten Siak, Bengkalis, Indragiri Hilir, Dumai, Indragiri Hulu, Kepulauan Meranti, Pelalawan, Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar dan Rokan Hilir .
Tanggal 13 maret 2020 terpantau 15 titik panas di Riau pada kepercayaan 70 persen. Sebaran panas ini terjadi di Kabupaten Bengkalis 3, Dumai 10, Kuansing dan Kampar masing-masing 1. Sementara untuk wilayah Sumatera sendiri, ada 45 titik panas yang terdeteksi dengan tingkat kepercayaan 50%. Titik panas ditemukan di Aceh 4, Sumut 5, Kepri 5, Sumbar 3 dan Jambi 2.
Berdasarkan analisa spesial distribusi curah hujan, perkembangan hujan hingga akhir januari 2019, 99% wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan dan 1% wilayah mengalami musim kemarau.
Deputi bidang klimatologi, Drs. Herizal M.Si pada jumpa pers di gedung BMKG Jakarta (18/2/2020) mengungkapkan bahwa ada beberapa wilayah di Indonesia

yang memasuki dan masih mengalami musim kemarau, yaitu:
1) NTT di wilayah Sumbawa
2) Sulawesi Tengah di sekitar Palu
3) Riau bagian timur
4) Sumatera Utara bagian timur
5) Aceh bagian timur
Bagaimana penanganan pemerintah terkait permasalahan kebakaran hutan dan lahan (?) Hingga saat ini, pemerintah belum berani mengambil sikap tegas. Gubernur Provinsi Riau menyatakan bahwa penegakan hukum terhadap pelaku karhutla, korporasi masih tersendat. Sebanyak 6 perusahaan yang telah membuktikan kesalahan namun belum ada penindakan. Maka, selain upaya sosialisasi, himbauan, positif dashboard Nusantara sebagai upaya pencegahan kasus karhutla, tindakan tegas pemerintah untuk menghukum para pelaku karhutla harus segera dilakukan, tidak hanya perorangan namun juga terhadap korporasi yang secara nyata telah menciptakan kebakaran hutan berskala besar dengan menerapkan sanksi pidana maupun administrasi.
Data selengkapnya dapat dilihat pada link berikut:
?https: //bit.ly/InfografisKARHUTLA
Maka dengan ini, kami meminta pemerintah untuk tetap fokus mengatasi kebakaran hutan dan lahan meski ditengah Pandemi Covid-19 melalui bidang dan kementerian terkait.
Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia!
#BEMUNRI #SriIndrapura #JantungHatiMasyarakatRiau #Kemenlindup
# InfografisKarhutla2020
____________________________________
Presiden Mahasiswa: Syafrul Ardi
Wakil Presiden Mahasiswa: Abdul Hamid
—————————- —————————–
KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP
KABINET SRI INDRAPURA
BEM UNIVERSITAS RIAU 2020