Halo Biru Langit!

Aliansi Mahasiswa UNRI Tuntut Polda Riau Segera Menahan Tersangka Kasus Pelecehan Seksual

Pekanbaru (19/12/2021) – Rombongan mahasiswa Universitas Riau menggelar Aksi Aliansi Mahasiswa UNRI terkait Kasus Pelecehan Seksual dan Kawal Polda Riau Tahan Tersangka pada Jumat (17/12) sore. Aksi ini dilakukan untuk menuntut pihak Polda Riau agar segera menahan SH, dosen sekaligus Dekan FISIP UNRI yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswi. Pertimbangan demi pertimbangan dan berbagai kajian telah dilakukan BEM Universitas Riau bersama perwakilan kelembagaan se-Universitas Riau dalam bentuk konsolidasi sebanyak empat kali. Berbagai seruan aksi media pun telah dilakukan mahasiswa sebelum akhirnya memutuskan untuk melakukan kegiatan Aksi Aliansi Mahasiswa UNRI ke Polda Riau.

Aksi diawali dengan pengumpulan masa aksi dari setiap fakultas di Sekretariat BEM UNRI. Sekitar pukul 14.00 WIB masa aksi dari FMIPA tiba di titik kumpul lalu disusul dengan masa aksi dari FAPERTA, FT, FKIP dan FISIP. Setelah itu masa aksi menyanyikan lagu Mars Mahasiswa dan berangkat menuju Fakultas Hukum, Gobah untuk membersamai masa aksi yang telah menunggu di sana.

Sekitar pukul 15.05 masa aksi tiba di Fakultas Hukum dan langsung membentuk barisan menuju ke Gedung Polda Riau. Setibanya di Jl. Pattimura, masa aksi dihadang oleh ratusan personel kepolisian yang sudah siap siaga. Aparat melakukan pengamanan super ketat dengan membentuk tiga lapis pengamanan hingga di depan Polda Riau.

Khoirul Basar selaku Koordinator Lapangan menyampaikan orasi di depan masa aksi dan aparat kepolisian. “Sudah hampir 45 hari kasus pelecehan seksual di UNRI terungkap. Sudah 7 hari semenjak ditetapkannya P-19 oleh Kejaksaan Tinggi Riau, kemudian berkas tersebut telah diserahkan ke Polda Riau. Namun sudah 8 hari bersamaan dengan hari ini belum ada tindak lanjut atau informasi dari penyidik Polda Riau. Hari ini kita ingin prosedur ini tidak diperlambat,” ujar Basar dengan lantang.

Masa aksi sudah meminta menyampaikan tuntutan ke Polda Riau, namun tidak diizinkan. Hingga lebih dari setengah jam berlalu, masa aksi tak kunjung diberikan izin untuk masuk ke Polda Riau. Setelah berdiskusi panjang dengan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol Teddy Ristiawan, akhirnya masa aksi memutuskan untuk tidak masuk ke Polda Riau dan menyampaikan aspirasi dari Mobil Komando.

Razali, Wakil Presiden Mahasiswa BEM UNRI menyampaikan empat tuntutan dari Aliansi Mahasiswa UNRI. Berangkat dari hal-hal yang sudah dipaparkan maka Aliansi Mahasiswa Universitas Riau menyatakan sikap :
1. Menuntut Polda Riau bersikap netral dalam menangani kasus pelecehan seksual tanpa intervensi dari pihak manapun
2. Menuntut Polda Riau serius dalam menangani kasus pelecehan seksual yang terjadi di Universitas Riau
3. Menuntut Polda Riau agar segera menahan tersangka kasus pelecehan seksual karna tergolong kasus kejahatan luar biasa
4. Meminta Polda Riau untuk berkomitmen segera melengkapi berkas sesuai dengan petunjuk penanganan berkas perkara.

Sementara itu, Kombes Pol Teddy berjanji akan mengusut tuntas kasus tersebut. Ia sampaikan bahwa mereka sudah terbuka kepada mahasiswa dalam menangani kasus ini. “Saya mewakili Polda Riau terbuka kepada mahasiswa. Saya sudah dua kali audiensi dengan Presiden Mahasiswa. Kami netral dalam menangani kasus ini,” jelasnya. Ia juga menyatakan bahwa berkas sudah dalam proses dan minggu depan berkas bisa dikembalikan ke kejaksaan.

Setelah itu, Razali menyerahkan berkas tuntutan kepada Polda Riau untuk ditandatangani. Empat tuntutan pun telah diterima dan masa aksi siap mengawal Polda Riau hingga menahan tersangka SH. Sekitar pukul 16.30 WIB masa aksi dibubarkan dan kembali ke Fakultas Hukum untuk melaksanakan ibadah salat asar di Masjid Akramunnas. Setelah itu tepat pukul 17.20 WIB masa aksi kembali ke kampus diiringi dengan derasnya hujan. (NT)

Presiden Mahasiswa : Kaharuddin HSN DM
Wakil Presiden Mahasiswa : Razali

KEMENTERIAN SOSIAL POLITIK

BEM UNRI 2021/2022
———————————————————
#BEMUNRI
#BeragamSeirama
#TransisiBiruLangit
#Kemensospol
#SeruanAksi
#StopPelecahanSeksual
#KamiTidakGentar
#TersangkaBebasKemanaMana
#TahanTersangka
#PoldaTindakTegasTersangka