Universitas Riau Kian Bermasalah, Mahasiswa Salurkan Aspirasi Melalui Aksi UNRI Gawat Darurat

Pekanbaru, (24/02/20) – Pertimbangan demi pertimbangan dan berbagai kajian telah dilakukan BEM Universitas Riau bersama seluruh perwakilan kelembagaan se-Universitas Riau dalam bentuk konsolidasi sebanyak empat kali. Berbagai seruan aksi media pun telah dilakukan mahasiswa sebelum akhirnya memutuskan untuk melakukan kegiatan aksi UNRI Gawat Darurat ke Gedung Rektorat Universitas Riau. Aksi yang dilatarbelakangi oleh gelisah dan semakin resahnya mahasiswa Universitas Riau dengan berbagai permasalahan-permasalahan yang tak kunjung terselesaikan. Bahkan seolah stagnan dan sengaja dibiarkan.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Baik dari segi keamanan kampus yang mengecewakan, sarana dan prasarana belajar yang tak memadai seperti di ruang kelas, fasilitas laboratorium, lampu-lampu penerangan jalan, akses perjalanan yang dipenuhi dengan lobang dan tidak rata serta masih banyak lagi kekurangan dimana-mana. Padahal Uang Kuliah Tunggal (UKT) dibayarkan tiap semesternya dengan nominal yang besar. Namun tak sepadan dengan apa yang didapatkan. Gedung-gedungnya mangkrak dimana-mana seolah layak dapatkan gelar kampus 1000 candi. Universitas Riau jantung hatinya masyarakat Riau katanya, namun mahasiswa nya menderita.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Tepat 1 Oktober 2019 lalu UNRI pun telah berusia 57 tahun, tentu saja ini bukan lagi usia yang muda. Permasalahan diperparah dengan kasus sengketa lahan dengan PT. Hasrat Tata Jaya bahkan banyak juga klaim pribadi lainnya terhadap lahan Universitas Riau, setiap jengkal Universitas Riau tanahnya bersengketa. Sangat disayangkan aspirasi mahasiswa nya pun seolah dibungkam. Spanduk-spanduk aspirasi yang dipajang bahkan tak sampai satu malam lalu menghilang dan dibuang.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Kegiatan aksi Unri Gawat Darurat dengan koordinator lapangan Alvin Julian Gubernur Mahasiswa FH dimulai dengan penjemputan masa aksi ke setiap fakultas dimulai dari FKIP, FISIP, FEB, FMIPA, FT, FAPERTA, dan FAPERIKA, lalu kemudian FH, FKp dan FK pun bergabung dalam barisan masa aksi di Gedung Rektorat.Pada pukul 14.10 WIB ratusan mahasiswa Universitas Riau menduduki gedung Rektorat Universitas Riau untuk menyampaikan aspirasi dan sebagai tanda cinta dan rasa peduli terhadap kampus yang disayangi. Berbagai bentuk tulisan ditampilkan ada yang berisikan “Akreditasi boleh A, namun fasilitas Ah sudahlah” kemudian juga ada “UNRI 1000 candi, setiap jengkal tanahnya bersengketa” dan masih banyak tulisan lainnya, lalu ada pembacaan puisi dari salah satu masa aksi, dan turut dihadirkan sosok “Joker Unri” menyiratkan pencari keadilan sejati dari sistem yang kerap kali disalahgunakan. Setiap Gubernur Fakultas diberikan kesempatan menyampaikan aspirasi dan orasi terbaiknya, kemudian diikuti oleh ketua DPM Universitas Riau, lalu Menteri Hukum dan Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa. Berharap pimpinan Universitas Riau segera menemui mahasiswa nya, namun sayang ternyata Rektor UNRI, Prof. Dr. Ir. H. Aras Mulyadi, DEA sedang tidak ada di tempat beliau sedang berada di kementerian untuk beberapa urusan.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Wakil Rektor 1 bidang Akademik, Prof.Dr. M. Nur Mustafa, M.Pd dan Wakil Rektor III, Dr. Iwantono, M.PHil akhirnya pun menemui mahasiswa yang tergabung dalam masa aksi. Ramadhana Ari selaku Menteri Hukum dan Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa pun sempat melontarkan beberapa pertanyaan kepada Wakil Rektor, “Apakah ada anggaran untuk keamanan, berapa nominalnya, dan kapan Barier Gate akan terealisasi dipasang disetiap fakultas lalu apakah ada tindakan tegas dari pimpinan UNRI agar fasilitas keamanan segera didapatkan?” Wakil Rektor III menjawab, “Ada anggaran untuk keamanan tapi untuk nominalnya tidak bisa dipastikan dan ada rencana untuk pemasangan barier gate namun WD II tiap fakultas kurang sepakat karena bukan itu yang terbaik, maka kita tidak bisa memaksakan kebijakan yang tidak disetujui bersama,” ungkapnya.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Aksi pun sempat terjeda dengan pelaksanaan sholat ashar, dan setelahnya dilanjutkan kembali dengan penyampaian orasi oleh Presiden mahasiswa Syafrul Ardi, beliau menyampaikan, “UNRI kampus dengan akreditasi A, namun ketika orang tua kami datang pada waktu wisuda tidak mendapatkan tempat yang layak dan hanya dapat menyaksikan putra-putrinya melalui layar infocus. Gedung gasing yang katanya ditujukan untuk kegiatan wisuda mangkrak dan tak dapat dinikmati. Lalu Pertamina Retail tak kunjung diresmikan dan beroperasi. Rumah Sakit Pendidikan tak kunjung juga dibangun. Ketika ayam berkokok candi pun tak selesai, apapun yang dibangun di UNRI tak pernah selesai oleh Rektor kita, karena begitu tenangnya duduk di singgasana kekuasaannya. Sedangkan kita mahasiswa UNRI jika mengundang mahasiswa se-Indonesia namun dihadapkan dengan jalanan yang berlobang, tak rata, gedung mangkrak, begitu memalukannya kita. Fakultas Hukum diatas tanah bersengketa yang dari awal belum pernah kita rasakan, Rusunawa Unri yang tak kunjung ada kejelasan, Gedung FISIP, FEB, dan FT pun tak terselesaikan,”
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Tuntutan masa aksi yang merupakan harapan dari setiap mahasiswa Universitas Riau pun dibacakan oleh Syafrul Ardi,“BEM UNRI bersama kelembagaan mahasiswa se-Universitas Riau memberikan tuntutan kepada Rektor Universitas Riau untuk dapat menindak lanjuti poin-poin brikut ini:
1. Menuntut dan mendesak Rektor Universitas Riau untuk melaksanakan poin-poin yang disampaikan dalam kontrak politik Rektor terpilih Universitas Riau periode 2018-2022 bersama Dewan Perwakilan Mahasiswa se-Universitas Riau dan Badan Eksekutif Mahasiswa se-Universitas Riau yang ditandatangani pada tanggal 10 Desember 2018 yang lalu.
2. Menuntut dan mendesak Rektor Universitas Riau untuk menyelesaikan permasalahan infrastruktur yang terhenti di Universitas Riau, selain yang disebut dalam kontrak politik, namun juga yang berada di beberapa fakultas, antara lain gedung Fakultas Imu Sosial dan Politik, gedung Fakultas Teknik, gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dan gedung mangkrak lainnya.
3. Menuntut dan mendesak Rektor Universitas Riau untuk memperjelas status gedung Rusunawa Universitas Riau
4. Menuntut dan dan mendesak Rektor Universitas Riau untuk memperbaiki infrastruktur jalan yang rusak, lampu penerangan jalan yang mati/putus/tidak berfungsi serta fasilitas lainnya di Universitas Riau.
5. Menuntut dan mendesak Rektor Universitas Riau segera membangun halte di FKIP dan FMIPA
6. Menuntut dan mendesak Rektor Universitas Riau segera merealisasikan keamanan menggunakan Barier Gate di seluruh fakultas.
7. Menuntut kejelasan transparansi anggaran pembangunan di Universitas Riau
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Kemudian dari 7 tuntutan tersebut diminta kesediaan Wakil Rektor 1 bidang Akademik yang ditunjuk oleh Rektor sebagai Kuasa Rektor untuk menandatangani,” jelasnya.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Namun, Wakil Rektor 1 sempat menolak untuk menandatangani karena menurut beliau Kuasa Rektor yang dilimpahkan kepadanya kewenangannya hanya akan berlaku hingga 2 atau 3 hari. Akan tetapi mahasiswa tetap bersiteguh agar Wakil Rektor 1 menandatangani surat tuntutan sebagai bukti bahwa surat akan diteruskan ke Rektor Universitas Riau. Hingga akhirnya beliau setuju untuk menandatangani surat tuntutan tersebut dan dilengkapi dengan tanda tangan setiap Gubernur fakultas dengan penegasan segala aspirasi dan tuntutan akan segera disampaikan kepada Rektor dan segera ditindaklanjuti.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Kegiatan aksi pun berakhir dan dilakukan operasi semut untuk membersihkan sampah di sekitar gedung Rektorat lalu dilanjutkan dengan pengantaran masa aksi ke fakultas masing-masing. (MS)

#SOSREKTOR#UNRIGawatDarurat
.
Hidup Mahasiswa ! Hidup Rakyat Indonesia !
.
#BEMUNRI #SriIndrapura #JantungHatiMasyarakatRiau #KemenHadkesma #UnriGawatDarurat #RilisUGD
____________________________________
Presiden Mahasiswa : Syafrul Ardi
Wakil Presiden Mahasiswa : Abdul Hamid
———————————————————
KEMENTERIAN HUKUM DAN ADVOKASI KESEJAHTERAAN MAHASISWA
KABINET SRI INDRAPURA
BEM UNIVERSITAS RIAU 2020