“Tidak Hadiri Undangan Audiensi, Ruangan Rektor UNRI Disegel Mahasiswa”

Pekanbaru (05/12/2019)– Pada (01/10/2019) lalu, Universitas Riau genap berusia 57 tahun. Pada tahun 2018, UNRI juga sudah menyandang gelar akreditasi A. Hampir 1 tahun Rektor UNRI Prof. Dr. Ir. Aras Mulyadi, DEA., menjabat di periode keduanya. Namun, kampus yang terkenal dengan jantung hati masyarakat Riau ini masih memiliki banyak permasalahan, diantaranya sengketa lahan UNRI dengan PT. Hasrat Tata Jaya yang sudah berlangsung selama 14 tahun. Gedung B Rumah Sakit Pendidikan UNRI, mangkrak 4 tahun. Masalah keamanan, dimana maraknya kehilangan motor di UNRI. Gedung mangkrak di beberapa fakultas, tempat pelaksanaan wisuda yang tidak memadai saat ini, dan masih banyak lagi. Sehingga, BEM UNRI melalui Kementerian Hukum dan Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa melakukan audiensi ke pimpinan UNRI dan mengajak bersama seluruh mahasiswa dan kelembagaan mahasiswa pada (02/12/2019) di aula Rektorat lantai 4.

Audiensi yang sejatinya akan dilakukan bersama Rektor, Wakil Rektor 1, Wakil Rektor 2, Wakil Rektor 3, Wakil Rektor 4, Satuan Pengawas Internal (SPI), Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan, Kepala Biro Umum dan Keuangan, serta Komandan Security UNRI membahas mengenai “Apa Kabar Universitas Riau di Usia yang ke 57 Tahun?” Sebelumnya, BEM UNRI sudah menyurati seluruh pimpinan UNRI agar bersedia audiensi pada Rabu (27/11/2019) lalu. Namun, ketika di follow up, pimpinan UNRI banyak tidak bisa pada hari itu. Maka, diagendakan ulang untuk audiensi pada hari Senin (02/12) lalu.

Namun, nyatanya Rektor, Kepala Biro Umum dan Keuangan tidak dapat hadir dalam audiensi tersebut. Prof. Dr. Iwantono, M.Phil selaku Wakil Rektor 3 UNRI mengatakan Rektor sedang menguji mahasiswa S3 di Gobah, sedangkan Kepala Biro Umum dan Keuangan sedang berada di Rusunawa untuk mendata aset-aset Pemprov yang ada di sana. Seluruh audiens yang hadir mendesak pimpinan UNRI lainnya agar menghadirkan Rektor UNRI. Fadil Akbar selaku Gubernur Mahasiswa BEM FKIP mengutarakan kekecewaannya atas ketidakhadiran Rektor. “Jika Rektor tidak hadir sampai jam 12 siang nanti maka ruangan Rektor akan disegel mahasiswa,” ujarnya.
.
Sembari menunggu kehadiran Rektor, audiensi tetap dilanjutkan yang dibuka langsung oleh pihak BEM UNRI yakni Alfisra selaku Dirjen Hukum Kemenhadkesma. Lalu, Syafrul Ardi selaku Presiden Mahasiswa menyampaikan maksud dan tujuan audiensi tersebut. Beliau juga menyampaikan kekecewaannya atas ketidakhadiran Rektor UNRI. “Kami hadir disini karena kepedulian kami terhadap UNRI. Tapi, hari ini bisa dilihat sama-sama bahwa Rektor tidak ada.” Ujar Syafrul.
.
Kemudian, dilanjutkan Ramadhana Ari selaku Menteri Hukum dan Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa yang memaparkan semua permasalahan-permasalahan yang ada di Universitas Riau, yaitu sengketa lahan, gedung-gedung mangkrak di setiap fakultas, masalah keamanan, pembangunan rumah sakit pendidikan UNRI, pembangunan halte, pembangunan sekre kelembagaan mahasiswa dari Rp 1 miliyar dana CSR Bank Mandiri, mengenai status Rusunawa UNRI, serta masalah lainnya. Ari juga menyesalkan dan kecewa Rektor tidak hadir, “Harusnya hari ini Rektor hadir memenuhi audiensi mahasiswa, karena semua masalah di UNRI ini harus diketahui Rektor, beliau harus dengar langsung aspirasi mahasiswa dan Rektor harus menyelesaikan semua permasalahan tersebut demi kemajuan dan kesejahteraan mahasiswa UNRI.” ungkap Ari.
.
Iwantono menjelaskan bahwa terkait Rusunawa, statusnya sudah milik UNRI, sudah diserahkan dari Kementerian PUPR ke Kementerian Ristekdikti, dan memberikan hak kepemilikan kepada UNRI. “Rusunawa sudah diserahkan ke UNRI. Sekarang statusnya sudah menjadi milik UNRI. Rencananya, pembangunan untuk renovasi akan dianggarkan di tahun depan. Oleh sebab itu, saat ini Kepala Biro Umum dan Keuangan sedang mendata aset-aset yang ada di gedung Rusunawa tersebut. Karena, isi dari gedung itu ada aset Pemprov Riau dan juga memastikan status kepemilikannya terhadap aset tersebut. Apakah dikembalikan atau dihibahkan menjadi milik UNRI,” jelas Iwantono.

Mengenai sumbangan Bank Mandiri yang berkisaran Rp 1 miliar. Rencananya akan dicanangkan untuk pembangunan sekre kelembagaan saat kedatangan Menteri BUMN ke UNRI Maret 2019 lalu. Namun, sampai saat ini Universitas Riau belum menerima uang Rp 1 miliar tersebut, kemarin itu masih simbolik saja. Karena, harus adanya proposal yang diajukan ke pusat untuk pembangunan sekre kelembagaan. Pihak UNRI sudah menyepakati bahwa pembangunan gedung kelembagaan diserahkan sepenuhnya kepada Bank Mandiri dalam bentuk gedung bukan dalam bentuk uang. Jadi UNRI nantinya terima kunci dan siap pakai. Seluruh Kelembagaan Mahasiswa mendesak agar segera dibangun sekre kelembagaan mahasiswa dari dana tersebut, karena sampai hari ini pondasinya pun belum nampak. Iwantono mengatakan, pembangunannya sudah disepakati oleh Bank Mandiri pada akhir November atau Desember 2019 di mulai.
.
Saat, berdiskusi mengenai sengketa lahan, terjadi debat panjang antara Alvin selaku Gubernur Mahasiswa BEM FH dengan WR 2. Sebab, fakta dan data yang disampaikan oleh Alvin hanya dijawab dengan retorika, namun tidak ada bukti dalam bentuk data yang disampaikan oleh WR 2.
.
Dari pihak BEM UNRI, Ramadhana Ari menantang pihak UNRI untuk menunjukkan data sengketa lahan yang UNRI punya. “Kawan-kawan mahasiswa Fakultas Hukum punya data sengketa lahan, BEM UNRI pun demikian sebanyak 1 kotak. Sekarang data punya UNRI mana?” tanya Ari.
.
Namun, pihak UNRI berkilah dan nyatanya penyampaian dari pihak UNRI mengenai sengketa lahan, hanya berdasarkan opini bukan fakta. Karena, tak ada data konkrit yang bisa ditunjukkan.
.
Sampai pukul 12.00 siang saat adzan berkumandang, Rektor belum juga menampakkan wajahnya. Akhirnya, seluruh perwakilan kelembagaan mahasiswa yang hadir di audiensi bersama-sama mendatangi ruangan Rektor di lantai 2. Sesampai di sana meminta semua yang berada di dalam ruangan agar keluar. Kemudian, mahasiswa menyegel ruangan tersebut dengan rantai dan gembok serta memasang spanduk bertuliskan “Mahasiswa UNRI menggugat Rektor” di depan pintu Ruangan Rektor, dan meminta sehabis Zuhur sekitar pukul 13.00 WIB, audiensi dilanjutkan dengan catatan Rektor harus hadir membersamai mahasiswa.

Pukul 13.30 WIB , audiensi dilanjutkan dan terlihat Rektor memasuki aula Rektorat. Salah seorang audiens mengatakan, “Akhirnya Rektor yang ditunggu-tunggu selama 3 jam hadir juga.”
.
Kemudian, beberapa pertanyaan dalam audiensi, satu per satu dijawab oleh Rektor. Lagi-lagi terjadi perdebatan menegangkan antara Rektor dengan mahasiswa terhadap semua masalah UNRI yang dipaparkan oleh mahasiswa.
.
Mengenai keamanan, untuk perekrutan satpam dan anggaran dana untuk barrier gate, Wakil Rektor 2 mengatakan bahwa setiap fakultas tersebut punya otonomi fakultasnya. Adapun terkait dananya tidak bisa dilakukan secara semena-mena. Jadi, untuk perekrutan satpam baru, anggarannya harus direvisi kembali. Untuk saat ini, solusi tersebut yang diberikan WR 2 terhadap fakultas yang belum memiliki satpam atau masih kekurangan satpam.
.
Sedangkan untuk fasilitas seluruh fakultas di UNRI, Ari mengatakan masih banyak fakultas yang masih jauh dari standar baik, contohnya saja ada fakultas yang fasilitas di dalam kelas tidak memadai, jalan fakultas yang berlobang, bahkan lampu penerangan jalan pun tidak berfungsi semuanya sedangkan belakangan ini gedung rektorat sering dilakukan renovasi, ruangan para pimpinan di renovasi dengan sangat bagus. “Lalu, bagaimana dengan gedung perkuliahan untuk mahasiswa?” tanya Ari dengan tegas.
.
Sementara itu, perwakilan kelembagaan mahasiswa lainnya juga menanyakan terkait dana anggaran untuk wisuda. Bagi mahasiswa di Gobah sendiri memang sangat terganggu saat kegiatan wisuda dilaksanakan, sebab konsentrasi belajar mereka jadi terganggu bahkan ada satpam yang menghalang-halangi mahasiswa untuk masuk kelas. Akhirnya terjadi perkelahian. Selain itu, PKM Gobah sebagai tempat wisuda saat ini tidak memadai, karena orangtua tidak bisa ikut masuk, dan hanya menunggu di luar. Selanjutnya, masih berkaitan dengan anggaran, mahasiswa juga menanyakan terkait anggaran untuk kegiatan kelembagaan. Padahal kegiatan kelembagaan ini juga menunjang untuk akreditasi universitas. Mahasiswa sudah mengerjakan sesuai prosedur tetapi sampai saat ini 1 % pun dana belum cair.

Iwantono menjelaskan bahwa memang punya prosedur dengan membuat dulu administrasinya lalu diajukan ke bendahara. Sedangkan, keadaannya administrasi saat ini banyak yang harus diurus oleh pihak UNRI. Namun, Iwantono menjanjikan akan dikerjakan secara cepat untuk anggaran tersebut.
.
Sedangkan, untuk anggaran wisuda Pihak UNRI hanya mengatakan sesuai dengan aturan yang berlaku, sedangkan untuk solusi yang membuat mahasiswa Gobah agar tidak terganggu dalam proses pembelajaran belum menemukan titik terang. Sedangkan anggaran dana untuk wisuda tersebut, Pihak UNRI mengemukakan alasan kalau dilaksanakan di luar UNRI jelas tidak etis ataupun dilaksanakan di gedung Gasing yang sedang bersengketa.
.
Pada akhirnya, untuk semua permasalahan yang disampaikan oleh mahasiswa dan kelembagaan mahasiswa yang hadir, terdapat beberapa kesepakatan yang dipenuhi UNRI atas desakan dan tuntutan mahasiswa saat audiensi, yakni:
1. Mahasiswa meminta untuk diadakan forum sengketa lahan, pada tanggal 09 Desember 2019 yang menghadirkan seluruh pihak yang berkaitan dengan sengketa lahan UNRI.
2. Pimpinan UNRI menunjukkan bukti transfer Bank mengenai uang jaminan pelaksanaan pembangunan RSP UNRI yang telah dikembalikan ke Kas negara melalui Kementerian Keuangan RI.
3. Tahun 2020 Gedung Mangkrak Rumah Sakit Pendidikan UNRI akan diaudit fisik bangunannya, yang hasilnya nanti sebagai dasar untuk melanjutkan pembangunan.
4. Selasa (03/12) Wakil Rektor 2 akan panggil seluruh Wakil Dekan 2 se-UNRI bahas masalah keamanan.
5. Mahasiswa meminta ada audiensi lanjutan mahasiswa dengan Wakil Rektor 2 dan forum Wakil Dekan 2 se-UNRI.
6. Pembangunan Sekre Kelembagaan mahasiswa dari dana CSR Bank Mandiri Rp 1 miliyar akan diupayakan dimulai Desember 2019.
.
Audiensi ditutup dengan penyampaian terakhir dari Syafrul Ardi selaku Presiden Mahasiswa, dan BEM UNRI bersama kelembagaan mahasiswa se-UNRI memberikan Memorandum II kepada Rektor Universitas Riau agar dapat melaksanakan poin-poin tuntutan dan kesepakatan bersama mahasiswa UNRI. “Rektor hampir 1 tahun menjabat di periode keduanya. Februari 2019 lalu mahasiswa UNRI pernah memberikan Memorandum I kepada Rektor UNRI, maka hari ini kami kembali dengan memberikan Memorandum II kepada Rektor UNRI.” tegas Syafrul Ardi. (RLM/FLM/RA)
.
? Narahubung :
>> Ramadhana Ari. P. B (Menteri Hukum Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa)
? 0852 6321 8290 (Telpon/SMS/WA)
.
#BEMUNRI #SriIndrapura #JantungHatiMasyarakatRiau #Kemenhadkesma #AudiensiMahasiswa
#ApaKabarUNRIdiUsia57Tahun#MahasiswaUNRImenggugatRektor
____________________________________
Presiden Mahasiswa : Syafrul Ardi
Wakil Presiden Mahasiswa : Abdul Hamid
———————————————————
KEMENTERIAN HUKUM ADVOKASI DAN KESEJAHTERAAN MAHASISWA
.
KABINET SRI INDRAPURA
BEM UNIVERSITAS RIAU 2019