[BEM UNRI NEWS | RILIS FORUM ADVOKASI ARMADA BIRU LANGIT]
.
● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ●
.
“Kemenhadkesma Adakan Pertemuan Kedua Forum Advokasi Armada Biru Langit”

Pekanbaru (16/10/2019)–Kementerian Hukum dan Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa mengadakan pertemuan kedua Forum Advokasi Armada Biru Langit, bertempat di halaman Sekretariat BEM UNRI dengan beberapa pembahasan mengenai permasalahan di UNRI pada Selasa (15/10/2019) sore kemarin.

Adapun pertemuan Forum Advokasi kali ini dibuka dan dipimpin langsung oleh Ramadhana Ari selaku Menhadkesma, setelah pertemuan perdana pada Minggu (06/10/2019) lalu dibuka dan diresmikan dengan mengundang Wakil Rektor III UNRI, serta penandatanganan pakta integritas Forum Advokasi dan pemberian materi tentang Advokasi Anggaran dari Fitra Riau.

Dalam sambutannya kali ini, Ari menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada kelembagaan mahasiswa yang bersedia hadir memenuhi undangan Forum Advokasi. Ini menunjukkan bahwa para pejuang advokasi kesejahteraan mahasiswa itu masih ada, dan inilah orang-orang yang siap memperjuangkannya secara bersama-sama.

Ari juga menjelaskan, “Bahwa Forum advokasi ini sudah berjalan memasuki periode ketiga sejak terbentuk pada masa BEM UNRI 2017/2018. Melalui Forum Advokasi ini banyak permasalahan kampus dan mahasiswa yang akan dibahas bersama dan diperjuangkan bersama-sama. Harapannya kita yang hari ini menjalankan amanah ini konsisten dan komitmen.”

Kemudian dilanjutkan dengan perkenalan oleh para pengurus Kemenhadkesma BEM UNRI dan tiap-tiap perwakilan dinas/divisi/bidang advokasi kelembagaan mahasiswa se-UNRI. Tujuannya adalah agar ke depannya dalam bergerak dan berkarya melalui Forum Advokasi Armada Biru Langit ini, Kemenhadkesma bersama dinas/divisi/bidang advokasi lembaga mahasiswa se-UNRI lebih solid dan kuat, maupun sebagai ajang silaturahmi antar dinas advokasi kelembagaan mahasiswa se-UNRI.

Adapun Kemenhadkesma menyampaikan beberapa hal, pertama terkait revisi UKT 2019. Sesuai janji dan rilis Hadkesma BEM UNRI beberapa waktu lalu, revisi UKT telah dibuka tanggal 15 Oktober 2019. Surat pemberitahuan tentang Revisi UKT sudah selesai dan siap diedarkan ke seluruh fakultas. Namun, ketika follow up surat dan setelah dicek ada kekurangan, yakni tidak dicantumkan Revisi UKT TA oleh pihak WR 2. Maka, Hadkesma BEM UNRI meminta surat yang sudah siap itu dibatalkan dan diperbaiki, dengan menambahkan revisi UKT TA, sebab harus sesuai dengan kesepakatan pada pertemuan beberapa waktu lalu. Khawatirnya kalau tidak ada pemberitahuan resmi tentang revisi UKT TA sekaligus, maka pihak fakultas juga akan berkilah untuk tidak membuka revisi UKT TA, dan pihak universitas tak menepati janjinya.
.
Kedua, terkait refund UKT mahasiswa. Ari selaku Menteri Hadkesma menyampaikan, “Kawan-kawan lembaga fakultas dan HIMA silahkan me-repost rilis BEM UNRI tentang refund UKT mahasiswa. Saat ini sudah banyak mahasiswa yang sisa UKT nya dikembalikan. Kita akan kawal terus. Terbaru ini, ada 22 berkas permohonan refund UKT yang akan BEM UNRI ajukan dan akan masih menunggu sampai tanggal 18 Oktober 2019 nanti.

Ketiga, terkait masalah keamanan UNRI. Ari menyampaikan bahwa, “Sebenarnya, BEM UNRI bersama seluruh lembaga mahasiswa UNRI sudah pernah mengaudiensikannya. Kemudian, lahir kesepakatan (MoU) di tahun 2018 tentang titik parkir yang disepakati setiap fakultas se-UNRI agar mobilisasi keamanan lebih mudah. Kita juga menyepakati konsep pemeriksaan STNK bagi setiap orang yang keluar dari UNRI. Namun, ternyata tidak berjalan efektif,” jelas Ari.

“Bahkan dalam kontrak politik antara jelembagaan Mahasiswa bersama Rektor UNRI juga sudah kita tuntut terkait masalah keamanan. Sembari menunggu sistem Barrier Gate yang dijanjikan pihak Pimpinan UNRI yang akan dipasang di tiap fakultas pada tahun 2018 lalu. Namun, janji tinggal janji. Sampai hari ini tidak kunjung ditepati oleh Pihak UNRI. Targetnya di masa sekarang kita akan mendesak dipasangnya Barrier Gate itu di tiap fakultas.” tambah Ari.

Keempat, terkait masalah gedung RSP UNRI. Pembangunan gedung B RSP UNRI yang mangkrak selama 4 tahun ini. Sekarang, duduk perkaranya sedang tahap penyidikan oleh Kejaksaan tinggi Riau. Kasus hukumnya adalah Wanprestasi oleh pihak kontraktor yang tidak menyelesaikan pembangunan sesuai kontrak yang disepakati. Namun, info terbaru pihak asuransi dalam proyek RSP UNRI tersebut sudah mengembalikan uang jaminan pelaksanaan ke rekening UNRI sebesar Rp 4.7 Miliyar. Kelembagaan se-UNRI akan sama-sama mengusut dan mendesak penyelesaian pembangunan gedung B RSP UNRI tersebut.

Kelima, terkait gedung mangkrak FISIP, FEB, FT, FH, GRAND GASING dan kasus sengketa lahan akan diangkat lagi pada tahun ini.

Selama pertemuan Forum Advokasi tersebut, terdapat beberapa orang perwakilan lembaga yang bertanya seputar permasalahan sedang dibahas. Baik soal revisi UKT maupun keamanan kampus. Kemenhadkesma mengupayakan untuk menjawab dengan maksimal. Ari mengatakan, pembahasan hari ini sebagai pemantik untuk gerakan advokasi ke depannya.

Selanjutnya, pembagian peran advokasi antara BEM UNRI dengan lembaga mahasiswa di fakultas itu penting. Masalah fakultas yang mampu segera diselesaikan silahkan kelembagaan mahasiswa di fakultas mengadvokasikan nya. Kewenangan yang masuk ranah universitas tetap pada BEM UNRI sebagai tonggak advokasi nya, sembari tersebut akan terus saling bersinergi dalam advokasi kesejahteraan mahasiswa. Penting juga, agar saling komunikasi setiap ada masalah, agar jelas arah advokasinya. Supaya semua advokasi kelembagaan mahasiswa hidup, dan tujuan bersama tercapai. (RA)
.
#BEMUNRI #SriIndrapura #JantungHatiMasyarakatRiau #Kemenkominfo #Kemenhadkesma #RilisKSI #ForumAdvokasi
____________
Presiden Mahasiswa : Syafrul Ardi
Wakil Presiden Mahasiswa : Abdul Hamid
———————————————————
KEMENTERIAN HUKUM DAN ADVOKASI KESEJAHTERAAN MAHASISWA
.
KABINET SRI INDRAPURA
BEM UNIVERSITAS RIAU 2019