“Bahas Hutan Di Riau secara umum, BEM UNRI Mengadakan Kuliah Volunteer”

Pekanbaru (03/11/2019)–Melihat fakta hutan banyak yang hilang fungsi sebagai lahan produksi bukan lagi sebagai hutan alam, BEM UNRI melalui Kementerian Lingkungan Hidup melaksanakan kuliah volunter Pemuda Lingkungan pada Sabtu (02/11/2019) di sekretariat BEM UNRI. Mengusung tema, “Ada apa dengan hutan di Riau?” BEM UNRI menghadirkan Dr. Nurul Qomar, S.Hut, MP dosen di jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian, Universitas Riau.

Dalam penyampaiannya, pemateri mengatakan bahwa luas hutan di Riau sekitar 60 % dari luas daratan. Namun saat ini, hutan banyak beralih fungsi sebagai lahan produksi bukan lagi sebagai hutan alam. Arboretum UNRI adalah hutan alam yang tersisa di wilayah Universitas Riau. Luas arboretum UNRI seluruhnya adalah 30 Ha yang awalnya dikelola oleh ESU. Sedangkan 10 Ha nya itu difungsikan untuk menanam tanaman khas Riau yang sekarang mungkin mengalami kepunahan. Arboretum diperuntukkan tidak hanya pada salah satu jurusan, prodi ataupun fakultas tertentu yang ada di Universitas Riau, namun diperuntukkan dan dikelola oleh universitas.

Pemateri yang juga pernah menjabat sebagai anggota ESU menyatakan bahwa masalah perizinan, sampah, dan pengelolaan arboretum tergantung dengan anggaran dana. Namun, seiring bergantinya masa jabatan rektorat maka berganti juga masalah kebijakan. Anggaran dana yang diperuntukan untuk melaksanakan kegiatan pengelolaan arboretum yang diberikan kepada ESU sebagai pengelola awal dikurangi, sehingga pihak ESU tidak dapat berbuat banyak terhadap pengelolaan arboretum tersebut.

Namun untuk sampah yang bertumpuk di arboretum masih tanggung jawab ESU. Namun, ESU tidak bertanggung jawab lagi terkait sampah yang tercecer di bagian trek arboretum. Bahkan terkait sampah atau pelayanan kebersihan selingkungan fakultas di Universitas Riau tidak lagi dipegang oleh ESU, seperti Fakultas Pertanian, Fakultas Perikanan dan ilmu Kelautan, dan Fakultas Teknik. Akibat dana yang dikurangi oleh pihak rektorat, sedangkan pengelolaan arboretum tidak dapat berjalan maksimal, sedangkan untuk masalah perizinan arboretum juga menjadi tanda tanya sampai sekarang, namun untuk pemegang kunci gembok yang ada di pintu depan arboretum masih pada pihak ESU.
.
Menanggapi hal tersebut, pemateri menyarankan untuk datang ke bagian Kasubag Rumah Tangga. “Untuk hutan serbaguna di wilayah arboretum yang bekerjasama dengan BAPEDAS (Badan Penanggulangan Daerah Aliran Sungai) pada saat ini tidak tampak perawatan lebih lanjut. Kemungkinan disebabkan karena lahan sengketa.” ujar pemateri.
.
Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab.
.
Sebelumnya, pada (26/10/2019) lalu, kuliah volunteer perdana membahas khusus pemahaman mengenai kerelawanan (volunteer) dengan mendatangkan pemateri Rahmad Ramadhan.(MSW/FLM)
.
#BEMUNRI #SriIndrapura #JantungHatiMasyarakatRiau #Kemenlindup #DiskusiTerkaitLingkunganUNRI
#RiauDibakarBukanTerbakar
____________________________________
Presiden Mahasiswa : Syafrul Ardi
Wakil Presiden Mahasiswa : Abdul Hamid
———————————————————
KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP
KABINET SRI INDRAPURA
BEM UNIVERSITAS RIAU 2019