Kawal Demokrasi dan Perpolitikan di Indonesia, BEM UNRI Adakan Seminar Nasional

Pekanbaru, (1/03/20) – Mengawal demokrasi dan perpolitikan di Indonesia merupakan tema yang dipilih dalam pelaksanaan Seminar Nasional Forum Mahasiswa Pengawal Demokrasi (FMPD) dari BEM UNRI melalui Kementerian Sosial dan Politik. Seminar Nasional ini menghadirkan pengamat politik ternama di Indonesia, Rocky Gerung dan juga Setri Yasra selaku Pemimpin Redaksi Tempo sebagai pemateri. Membuktikan bahwa masih banyak yang peduli dengan status demokrasi dan kondisi perpolitikan di Indonesia saat ini, gedung PKM UNRI Gobah dipenuhi oleh ratusan peserta. Kegiatan seminar nasional dimulai pukul 08.00 WIB dengan dibuka secara langsung oleh Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Riau, Dr. Iwantono, M.Phil pada (22/02/20) lalu.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Alfikri Lubis, S.H bertindak selaku moderator yang memimpin jalannya Seminar Nasional Forum Mahasiswa Pengawal Demokrasi kali ini. Mengawali pembicaraan Rocky gerung menyampaikan bahwa, “Netral bukanlah berdiri di tengah melainkan berdiri atas kehendak atau keinginan sendiri, bukan berdiri karena diminta oleh orang lain,” ungkapnya. Lidah yang khianat akan membuat negara kiamat. Tujuan mengevaluasi demokrasi untuk menumbuhkan upaya berfikir kritis demi kemajuan dan arti sesungguhnya negara demokrasi. Lalu mengenai demokrasi sendiri Rocky gerung menyampaikan bahwa, “Demokrasi kita diawali dengan perdebatan akademis, dan tanpa pikiran tak akan mungkin ada republik. Republik artinya kumpulan pikiran-pikiran. Jadi seharusnya pikir, pikir, pikir, bukan kerja,kerja,kerja. Demokrasi di Indonesia sudah ada sejak tahun 1998. Kepemimpinan saat ini datang saat sudah berada di zaman demokrasi, yang menjadi pertanyaan mengapa saat ini mahasiswa kembali untuk mengevaluasi demokrasi, dan mengapa indeks demokrasi Indonesia turun 10 tahun terakhir ini. Bahkan berada dibawah negara tetangga, malaysia. Menurut salah satu data selama 5 tahun terakhir 115 juta penduduk indonesia potensi jatuh miskin, 9 juta mengalami kekurangan gizi.

Hal-hal ini para akademisi dari universitas harus memiliki kajian dengan akal sehat dalam menjawabnya. Jangan takut ucapkan kebenaran walaupun kendati kalian dihadang teror” jelas Rocky (22/02/20).
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
‘Salam demokrasi, salam akal sehat’ menjadi jargon penyemengat pada Seminar Nasional ini, untuk melanjutkan ke pemateri selanjutnya moderator menyampaikan mengenai kondisi perpolitikan Indonesia saat ini sudah tidak seimbang antara koalisi dan oposisi, jadi mana yang harusnya dipercaya. Setri Yasa, Pemimpin Redaksi Tempo mengawal penyampaiannya dengan “Kata mengawal demokrasi dari tema yang diajukan, akan lebih baik jika menjadi menyelamatkan demokrasi dan perpolitikan di Indonesia,” ujarnya. Kemudian berbicara mengenai media/kebebasan pers saat ini, Setri Yasa mengungkapkan bahwa, “Kondisi media kita di Indonesia saat ini persis sama seperti peristiwa 1980-an, yaitu peristiwa jurnalisme kuning, kondisi dimana pemodal masuk ke media dan media menjadi propaganda sehingga mengakibatkan peperangan, saat ini kondisi media dikuasai oleh korporasi. Sama halnya dalam kondisi revisi KPK, ini bukanlah membuat KPK lemah tapi menjadi alat politik bagi penguasa,” ungkapnya
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Lebih lanjut Setri Yasa yang juga merupakan alumni mahasiswa UNRI berpesan, “Sebaiknya rekan—rekan BEM juga peduli dengan hal-hal yang ada di depan mata. Jangan sampai melangkah terlalu jauh mengenai permasalahan yang ada di Ibukota tapi melupakan permasalahan yang ada di Riau. Karena saat ini Riau pun sedang tidak baik-baik saja contoh dalam hal pengangkatan perangkat daerah. Saat ini partai politik tidak bisa diharapkan, kontrol penyeimbang politik sudah tidak ada, para pemegang kekuasaan potensi korupsi merupakan hal yang sudah biasa. Menjadi penyeimbang, dan memilih berjalan berbeda sama halnya seperti berjalan di atas pedang,” ungkap setri yasa (22/02/20).
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Pada Sesi tanya jawab diberikan kesempatan pertama kepada peserta training Forum Mahasiswa Pengawal Demokrasi (FMPD) yang diadakan dihari sebelumnya. Ia menanyakan mengenai mengapa masyarakat mudah digiring oleh berita yang tidak benar dan apa yang membuat Tempo berbeda dengan media massa yang lainnya.

Setri Yasa menjawab bahwa, “karena konstalasi pemilik media di Indonesia saat ini kebanyakan konglomerat yang dekat dengan pemerintahan, sehingga akan mudah menjadi suatu propaganda yang dapat dipercaya. Sedangkan tempo ingin menjadi teman yang baik. Memuji ketika baik, dan mengkritik ketika salah,” jawabnya.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Peserta memiliki antusias yang tinggi dalam mengajukan pertanyaan pada sesi selanjutnya kepada Rocky Gerung, diantaranya mengenai hal kebebasan yang diambil alih kekuasaan, kemudian pemindahan ibukota di tahun 2022 mendatang, lalu apakah Rocky Gerung pernah mendapatkan ancaman dari aparatur negara, dan mengenai alat ukur demokrasi serta metode apa yang digunakan untuk menguji demokrasi.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Rocky Gerung memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan, yaitu “Apa itu ancaman, saya gak merasa diancam kecuali ada argumentasi tandingan, saya terancam oleh argumen bukan sentimen. Ancaman harus datang dari orang yang punya otak. Politik bukan ancaman tapi dinikmati sebagai kemewahan makhluk hidup untuk mendistribusikan keadilan. Kemudian ilmu tertinggi dari ilmu yang lain adalah ilmu politik. Inti demokrasi alat ukurnya falibilisme yaitu Potensi bahwa pengetahuan bisa salah, mengakui kesalahan adalah alat ukur demokrasi. Makanya dengan diadakan pemilu 5 tahun sekali untuk memperbaiki demokrasi demi mengurangi falibilisme. Lalu mengenai pemindahan ibukota, sumbangan Indonesia bagi peradaban adalah produksi oksigen dari paru-paru dunia di kalimantan, dan jika terjadi pemindahan Ibukota, sejumlah oksigen akan berubah menjadi Carbon Dioksida, begitu mirisnya kita, “ jelasnya (22/02/20). Dan pada penutup Rocky gerung menyampaikan bahwa saat ini dia tidak mempunyai sosial media berupa twitter dan instagram lagi karena telah di hack dan belum kembali.(MS)

.
#BEMUNRI #SriIndrapura #JantungHatiMasyarakatRiau #KemenSospol #RilisKSI #SeminarNasional #ForumMahasiswaPengawalDemokrasi #FMPD
______________________________________
Presiden Mahasiswa : Syafrul Ardi
Wakil Presiden Mahasiswa : Abdul Hamid
———————————————————
KEMENTERIAN SOSIAL DAN POLITIK
.
KABINET SRI INDRAPURA
BEM UNIVERSITAS RIAU 2020