[PERNYATAAN SIKAP BEM UNRI TERHADAP IMPOR BERAS]

Hai, Pejuang Membara!

Impor beras masih menjadi polemik yang tidak berkesudahan. Indonesia yang disebut negara agraris, nyatanya belum bisa menunjukkan ketahanan pangan. Indonesia dengan segala kekayaannya yang terdiri dari lahan pertanian yang luas dan potensi ekonomi yang meningkat masih juga tergoda untuk bergabung dengan impor beras. Hal ini sama saja pemerintah Indonesia mendustai para petani dan rakyatnya sendiri.

Impian tentang swasembada, ketahanan dan kedaulatan pangan akan menjadi sebatas hal-hal normatif dan gosip belaka jika kebijakan pemerintah bertolak belakang dengan impian tersebut. Mengutip dari pernyataan Presiden Joko Widodo, mengatakan akan menjamin tidak ada impor hingga bulan Juni, namun statement ambigu ini bisa diartikan bahwa pemerintah dan Presiden tetap mengamini kebijakan impor di tahun ini.

Berangkat dari hal di atas dan sejalan dengan impian swasembada, ketahanan, kedaulatan pangan dan perhatian terhadap seluruh petani di Indonesia, serta pernyataan Presiden Jokowi yang meminta masyarakat untuk lebih aktif dalam memberi masukan dan kritik pada pemerintah, kami, BEM UNRI Kabinet Lentera Bertuah menyatakan sikap sebagai berikut :
1. Mendesak Pemerintah Pusat untuk tidak melakukan impor beras dan memaksimalkan penyerapan dari dalam negeri.
2. Menuntut Pemerintah Pusat untuk lebih transparan dalam rencana alokasi impor beras.
3. Menekan Kementerian Perekonomian, Perdagangan, Pertanian, BULOG dan BPS harus lebih koordinatif dalam hal data, fakta dan keputusan untuk impor.
4. Mendorong Pemerintah untuk meningkatkan kualitas produksi pertanian yang berkelanjutan dan berkemajuan.

Tertanda,
Presiden Mahasiswa Universitas Riau.
——-
BEM UNRI 2021 Kabinet Lentera Bertuah
Presma : Nofrian Fadil Akbar
Wapresma : Fitrah Agra Nugraha
.
#BEMUNRI #KabinetLenteraBertuah #KLBMembara #KemensospolKLB #PernyataanSikap #ImporBeras