[PRESS RELEASE : Adakan Forum Lingkungan, BEM UNRI Akan Bawa Hasil Diskusi Polemik Sampah ke Pemerintah Kota Pekanbaru]

Sabtu, (30/01/21) – Krusialnya masalah sampah tentunya sudah tidak asing di pendengaran kita. Berbagai macam dampak yang ditimbulkan juga telah kita saksikan dan rasakan. Namun, apakah kita masih ingin acuh tak acuh dengan semua ini?

BEM UNRI melalui Kementerian Lingkungan Hidup telah melaksanakan Forum Lingkungan yang bertemakan “Polemik Sampah” pada Rabu (27/01) pukul 14.00 WIB lalu. Forum ini dilaksanakan di Sekretariat BEM UNRI yang dihadiri oleh perwakilan tiga fakultas, antara lain : Fakultas Pertanian (Faperta), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), dan Fakultas Hukum (FH). Tidak hanya sebatas peduli terhadap sampah, tujuan dari forum ini juga untuk mewujudkan gerakan-gerakan berbasis lingkungan yang bersifat solutif dan kolaboratif.

Dalam hasil pembahasan forum tersebut, BEM UNRI akan melakukan audiensi terkait sampah kepada pemerintah Kota Pekanbaru. “Besar harapan adanya tuntutan dalam forum ini yang dapat dijadikan bahan untuk dibawa pada saat audensi nanti,” ujar Danil selaku Menteri Lingkungan Hidup BEM UNRI. Danil juga menjelaskan posisi pengelolaan sampah di Pekanbaru sekarang berada pada pihak ketiga untuk pengumpulan sampah. Pengelolaan sampah dilakukan oleh tiga perusahaan yang menjalin kontrak dengan kebersihan Tata Kota Pekanbaru. Namun pada akhir tahun ini sudah berakhir karena adanya komplain dari pihak perusahaan kepada pemerintah terkait ketidaksesuaian antara gaji dan jam kerja yang diberikan.

Perwakilan tiga fakultas juga menyampaikan pandangannya terhadap problematika sampah pada forum ini. Menurut perwakilan dari FMIPA, setiap fasilitas umum dan kegiatan perlu adanya pengawasan dan pengelolaan sampah. Tidak hanya itu, peran dari pemerintah juga penting untuk mewadahi ide-ide kreatif dari masyarakat, serta diharapkan adanya data terkait UMKM yang mengelola sampah. Dilanjutkan penyampaian dari FAPERTA, belum adanya dinas khusus terkait lingkungan di beberapa kelembagaan dan kurangnya pengetahuan mahasiswa terkait pemilahan sampah. Kemudian pengangkutan sampah di Kampus UNRI perlu dilakukan pemilahan sampah, sehingga sampah organik dapat dimanfaatkan untuk pupuk dan sampah anorganik dapat dijadikan kerajinan.

Penyampaian pandangan diakhiri oleh perwakilan FH yang mengatakan dasar hukum pengelolaan sampah terdapat pada UU No. 18 tahun 2008 tentang kualitas lingkungan dan kualitas kesehatan masyarakat. Menurutnya, penerapan UU di Pekanbaru masih kurang karena masih terlihat setiap tahunnya timbul permasalahan. “Masalah tender jangan terjadi berulang setiap tahunnya. Seharusnya pemerintah pada saat pergantian harus mengantisipasi,” tutupnya.

Forum Lingkungan ini berjalan dengan lancar dan kondusif. Hal ini terlihat dari perwakilan tiga fakultas yang sangat aktif dalam menyampaikan pandangannya. (VJ/MAH)
——-
BEM UNRI 2021 Kabinet Lentera Bertuah
Presma : Nofrian Fadil Akbar
Wapresma : Fitrah Agra Nugraha
.
#BEMUNRI #KabinetLenteraBertuah #KLBMembara #KemenLindupKLB #PressRelease #ForumLingkungan #PolemikSampah