[PRESS RELEASE : BEM UNRI Bahas
Problematika Sampah di Kota Bertuah Melalui Majelis Reboan]

Hai, Pejuang Membara!

Jum’at, (15/01/2021) – Kementerian Sosial dan Politik BEM UNRI kembali mengadakan Majelis Reboan pada Rabu (13/01) lalu dengan mengusung tema “Problematika Sampah di Kota Bertuah”. Diskusi ini dilaksanakan secara virtual melalui Google Meet dan turut dihadiri oleh mahasiswa Universitas Riau.

Majelis Reboan kali ini menghadirkan Bapak Dr. Muhammad Ikhsan, ST., M. Sc sebagai pemantik diskusi. Seperti yang kita ketahui bersama, Kota Pekanbaru saat ini menjadi sorotan publik dalam kebersihan lingkungan akibat sampah yang menumpuk di sepanjang jalan kota. Tidak hanya merusak pemandangan, sampah ini juga dalam kondisi membusuk dan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Ditambah lagi saat ini cuaca hujan sering mengguyur Kota Pekanbaru, dikhawatirkan nantinya sampah-sampah ini menjadi penyebab banjir atau malah sebagai sumber penyakit bagi masyarakat.

Menurut Bapak Ikhsan, jika kita ingin menyelesaikan permasalahan sampah di Kota Pekanbaru, maka harus diperbaiki dari hulu atau sumber-sumber dari mana sampah itu berasal. Kemudian sampah yang dikelola harus mengutamakan kepentingan masyarakat.

“Selama ini pengangkutan sampah dilakukan oleh kontraktor yang mengangkut sampah telah sesuai dengan total yang sudah disepakati. Sisanya tidak akan dibersihkan dan itulah yang kita lihat berserakan/berceceran, ” tuturnya.

Selain itu, ia juga menjelaskan permasalahan yang terjadi adalah miskomunikasi dalam pengangkutan sampah, proses pengelolaan sampah yang belum dipilah dan dimanfaatkan berdasarkan kegunaannya.

Bapak Ikhsan juga menyinggung terkait dengan pemanfaatan bank sampah yang dapat memberi keuntungan dalam menghasilkan uang dari proses penjualan barang yang di daur ulang. “Sampah-sampah ini juga dapat dimanfaatkan sebagai PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah) yang telah diterapkan di Surabaya. Terbukti mampu menghasilkan listrik sebesar 2 megawatt yang dapat menerangi 2000 rumah, ” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bapak Ikhsan menyampaikan metode pengolahan sampah yaitu harus melakukan pengurangan volume sampah, lalu menyediakan TPS yang refresentatif sehingga tidak ada lagi sampah yang berserakan, serta adanya pengolahan akhir dari sampah tersebut. (TW/SF)
——-
BEM UNRI 2021 Kabinet Lentera Bertuah
Presma : Nofrian Fadil Akbar
Wapresma : Fitrah Agra Nugraha
.
#BEMUNRI #KabinetLenteraBertuah #KLBMembara #KemensospolKLB #PressRelease #MajelisReboan