[PRESS RELEASE : Desak Penuntasan Kasus Korupsi Riau, Aksi Teatrikal BEM UNRI Digagalkan oleh Oknum yang Tak Pro Rakyat]

Hai, Pejuang Membara!

Senin, (28/12/2020) – Rakyat Riau lagi-lagi dikecewakan oleh tindakan para tikus berdasi yang nyatanya masih berkeliaran di dalam pemerintahan Provinsi Riau. Seperti kasus baru-baru ini, Sekda Provinsi Riau Yan Prana ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana korupsi oleh Kejati Riau dalam menikmati dana anggaran rutin selama menjabat di Bappeda Kabupaten Siak dengan sejumlah 1,8 miliar, serta diduga bahwa ada pihak lain yang sama-sama terlibat dalam menikmati aliran dana tersebut. Hal ini menjadi sorotan bagi BEM UNRI untuk melakukan aksi teatrikal dengan mengangkat tema “Usut Tuntas Tikus Berdasi Riau” di Tugu Zapin Depan Kantor Gubenur Riau pada Senin (28/12).

Puluhan massa aksi BEM UNRI memulai aksi pada pukul 10.15 WIB dengan membawa spanduk propaganda dan beberapa atribut yang menggambarkan simbol pelaku korupsi yang masih berkeliaran bebas di sekitar Pemerintahan Provinsi Riau.

Massa aksi yang sedang menyampaikan aspirasinya, tiba-tiba dihentikan secara paksa oleh oknum aparat dengan dalih menambah kerjaan aparat, tidak mematuhi protokol kesehatan serta aksi dituduh ilegal karena tanpa surat pemberitahuan. Padahal jika bukan mahasiswa yang menyuarakan suara rakyat, siapa lagi? Dan seharusnya tugas dari oknum dan aparat adalah untuk melindungi rakyat dan aspirasinya.

Sementara itu, terkait surat pemberitahuan aksi, perwakilan dari BEM UNRI sudah mengantarkan surat ke Kantor Kapolresta Pekanbaru pada pukul 09.30, namun tidak ada orang di dalam Kantor Kapolresta. Hingga pukul 10.00 WIB, petugas intel datang dan perwakilan BEM UNRI memberikan surat pemberitahuan aksi kepada petugas. Dikarenakan massa aksi sudah memulai aksi dan penyampaian orasi di lapangan, dalam hal ini terjadi miskomunikasi antara perwakilan BEM UNRI dengan massa aksi karena aksi belum dikonfirmasi oleh pihak intel. Sehingga pihak intel mempermasalahkan surat pemberitahuan aksi tersebut dan aksi hendak dibubarkan.

Sedangkan untuk protokol kesehatan, massa aksi sudah mematuhinya. Namun justru oknum aparatlah yang melanggar protokol kesehatan tersebut karena terjadi aksi dorong-dorongan antara oknum dan massa aksi. Sehingga dalam hal ini aksi teatrikal pun tak sempat ditampilkan oleh massa aksi BEM UNRI karena sudah didesak bubar oleh aparat kepolisian.

Korlap aksi Febriansyah, menyatakan tujuan dari aksi ini adalah sebagai sindiran kepada pemerintah Provinsi Riau dan desakan kepada Kejati Riau untuk dapat mengusut tuntas seluruh tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh pihak-pihak terlibat serta memberikan ketegasan hukum yang setimpal kepada para tersangka tipikor agar menimbulkan rasa jera dalam memakan jatah kekuasaan yang sejatinya hak masyarakat Riau. Selain itu, aksi ini juga menyadarkan rakyat akan kasus korupsi mantan Menteri Kelautan dan Perikanan serta Menteri Sosial RI yang merugikan Negara hingga ke angka triliunan.

Pada saat Presiden Mahasiswa UNRI Nofrian Fadil Akbar membacakan pernyataan sikap, tiba-tiba oknum merebut lembar penyataan sikap dan menghentikan secara paksa. Dalam hal ini, BEM UNRI hendak menyampaikan 3 tuntutan yaitu :
1. Mendesak Kejati Riau agar segera mengusut tuntas kasus korupsi di Provinsi Riau terutama kasus korupsi Anggaran Rutin serta Dana Hibah dan BANSOS Kabupaten Siak hingga keakar-akarnya.
2. Mendesak Kejati Riau memberikan tuntutan terberat kepada pelaku korupsi di Provinsi Riau
3. Mendukung penuh upaya pencegahan dan pembrantasan korupsi di Provinsi Riau.

Diakhir aksi, BEM UNRI memberikan kado berupa kotak yang berisikan tikus yang melambangkan kerakusan pejabat yang menjadi tersangka tindak pidana korupsi. Namun, dengan kasarnya kado tersebut ditendang oleh aparat. Ini menandakan bahwa demokrasi telah dijajah dan koruptor dimerdekakan. (AHA)

Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia! Hidup Perempuan Indonesia!
——-
Presma : Nofrian Fadil Akbar
Wapresma : Fitrah Agra Nugraha
——-
Kementerian Sosial dan Politik
Kabinet Lentera Bertuah
BEM UNRI 2020
.
#BEMUNRI #KabinetLenteraBertuah #KLBMembara #Kemensospol #PressRelease #AksiTeatrikal #UsutTuntasTikusBerdasiRiau #Demokrasidibungkam