[PRESS RELEASE : Hasil Audiensi Bersama Wakil Rektor II Membahas Kebijakan UKT Mahasiswa]

Jum’at, (22/01/21) – Keresahan mahasiswa terhadap kebijakan keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) menimbulkan berbagai tuntutan. Pasalnya, sejak 6 bulan lalu kebijakan yang dikeluarkan melalui surat edaran Rektor UNRI, sampai kini masih belum dituntaskan dengan berbagai dalih yang disampaikan. Guna mengawali kebijakan ini, BEM UNRI bersama perwakilan masing-masing BEM Fakultas mengadakan audiensi eksklusif secara online bersama Petinggi UNRI yang diwakili oleh Wakil Rektor II Prof. Sujianto, M.Si pada Rabu (20/01).

Audiensi dimulai dengan transparansi data mahasiswa yang mengajukan refund dan revisi UKT oleh Prof Sujianto. Dalam hal ini diperoleh hasil sebagai berikut :
1. Pembayaran UKT secara mengangsur dan pembebasan sementara UKT yang diajukan oleh 1426 mahasiswa pada jadwal pengajuan tanggal 13 Juli s/d 31 Agustus 2020 telah dituntaskan prosesnya secara keseluruhan.

2. Terdapat 292 mahasiswa yang berhasil lolos dalam perubahan kelompok UKT Semester Ganjil yang diajukan pada tanggal 3-12 Agustus 2020, berikut merupakan rincian jumlah mahasiswa dari setiap fakultas :
FEB : 23 orang
FKp : 6 orang
FH : 14 orang
FISIP : 40 orang
FKIP : 27 orang
FMIPA : 46 orang
FPK : 42 orang
FAPERTA : 27 orang
FT : 48 orang
Pasca Sarjana : 19 orang

Dalam hal ini proses refund sedang berlangsung kepada mahasiswa yang mengajukan. Selain itu, Pihak Rektorat juga kembali mengingatkan kepada mahasiswa yang bersangkutan untuk segera mengurus berkas dan data rekening yang diperlukan dalam tahap refund ini.

3. Selanjutnya, perubahan kelompok UKT Semester Genap pada jadwal pengajuan tanggal 3-11 November 2020 berhasil diperoleh oleh 231 mahasiswa dari 610 mahasiswa yang mengajukan dikarenakan data yang tidak valid.

Dalam hal ini tidak ada refund karena UKT dibayar sesuai dengan revisi kelompok UKT yang ditetapkan untuk Semester Genap 2021.

4. Data refund UKT 50% bagi mahasiwa S1 semester 9 dan mahasiswa D3 semester 7 pada tanggal pengajuan 02-14 November 2020, yaitu sebagai berikut :
FEB : 376 orang
FH : 229 orang
FISIP : 564 orang
FKIP : 559 orang
FKp : 13 orang
FMIPA : 172 orang
D3 FMIPA : 23 orang
FAPERTA : 337 orang
FPK : 201 orang
FT : 220 orang
D3 FT : 139 orang

Sehingga total yang mengajukan refund UKT 50% berjumlah 2833 Mahasiswa. Adapun sebagian dari refund UKT 50% ini sudah dalam proses pencairan dimulai dari tanggal 19 Januari 2021 hingga beberapa hari kedepan. Kendala dari proses refund ini antara lain :
– Data rekening mahasiswa yang belum ada.
– Kondisi Covid-19 yang membuat Staff Rektorat tidak bisa menyelesaikan secara langsung.
– Proses pengesahan pencairan dana diakhir tahun, yang saat ini dana tersebut diakomodir oleh pihak KPPN.

5. Refund UKT 100% untuk mahasiswa yang melaksanakan ujian TA sebelum tanggal 31 Oktober 2020, terdapat 677 mahasiswa yang mengajukan. Dalam hal ini refund yang telah diproses sebanyak 269 mahasiswa, dan 408 lagi akan segera diproses.
Adapun kendala yang dihadapi dalam proses ini adalah :
– Data mahasiswa yang tidak lengkap karena tidak menyertakan bukti keterangan lulus.
– Tidak ada nomor rekening yang diberikan.

Kemudian selanjutnya mahasiswa peserta audiensi menyampaikan berbagai aspirasi menanggapi hal ini. Presiden Mahasiswa UNRI Nofrian Fadil Akbar menanyakan terkait refund UKT yang selama ini prosesnya kurang signifikan, serta solusi dan langkah apa yang bisa di ambil oleh pihak Keuangan Rektorat dalam menghadapi kendala seperti mahasiswa yang tidak tahu bahwa rekeningnya tidak valid ataupun lain sebagainya.

Lebih lanjut, perwakilan BEM Fakultas Hukum juga menambahkan bagaimana strategi konkret dari pihak UNRI untuk segera mencairkan refund UKT secepatnya, dan bagaimana dengan bantuan penundaan/pencicilan seperti semester sebelumnya apakah sudah ada atau belum. Kemudian Gubernur BEM FMIPA memberi solusi kepada Pihak UNRI terkait apabila ada kendala dalam proses refund ini untuk dapat segera diberitahukan agar bisa diselesaikan dengan cepat. “Jangan sampai refund ini tidak dikembalikan kepada mahasiswa yang bersangkutan,” tegasnya.

Sementara itu, menanggapi pertanyaan dari peserta audiensi, Prof. Sujianto menjelaskan bahwasanya refund UKT 50% dan refund UKT 100% sedang dalam proses. “Data mahasiswa yg belum lengkap ada sekitar 360 mahasiswa, ini akan segera kami beritahukan kendalanya pada Rabu 27 Januari 2021, dan dapat difollow up sebelum hari tersebut,” terang Prof. Sujianto.

Ia juga menuturkan terkait pembayaran UKT secara mengangsur dan pembebasan sementara UKT yang termasuk salah satu tuntutan mahasiswa UNRI juga sudah dilaksanakan. Kemudian pencicilan dan penundaan UKT Semester Genap juga telah bisa diajukan dari tanggal 20 Januari-12 Februari 2021, sehingga mahasiswa bisa segera mengurus berkas dan mendaftar di portal revisi UKT UNRI. Dalam hal ini, harapannya untuk refund UKT secara keseluruhan termasuk bantuan Kemendikbud bisa segera diselesaikan pada akhir bulan Januari. “Dan mengenai dana refund tidak akan ada hak mahasiswa yang tidak dikembalikan,” pungkasnya.

Akbar selaku Presma UNRI kembali mengingatkan dan menegaskan kepada Pihak Rektorat agar dapat segera menuntaskan segala kendala yang ada. Selain itu, jajaran BEM UNRI bersama BEM Fakultas lainnya juga akan selalu memfollow up segala progres dari refund UKT ini agar segera dicairkan dan mahasiswa dapat membayar UKT Semester Genap. (AK/AHA)
——-
BEM UNRI 2021 Kabinet Lentera Bertuah
Presma : Nofrian Fadil Akbar
Wapresma : Fitrah Agra Nugraha
.
#BEMUNRI #KabinetLenteraBertuah
#KLBMembara #KemenhadkesmaKLB #PressRelease #HasilAudiensi #KebijakanUKT