[PRESS RELEASE : Kunjungi Rektorat, BEM UNRI Advokasikan Aspirasi dan Persoalan Sistem Perkuliahan Semester Genap]

Hai, Pejuang Membara!

Minggu, (10/01/2021) – Menanggapi surat edaran Kemendikbud No. 6 Tahun 2020 tentang pembelajaran Semester Genap T.A 2020/2021 yang akan dilaksanakan secara hybrid learning di Perguruan Tinggi, BEM UNRI lakukan advokasi dengan menemui Kepala BAK Universitas Riau Azhar Kasymi, SH pada Kamis (07/01) lalu.

Dalam pertemuan ini, BEM UNRI yang diwakili oleh Presiden Mahasiswa Nofrian Fadil Akbar, Mensospol Febriansyah, Dirjen Advokasi Kemenhadkesma Deryan Kevin dan Ketua Kelembagaan yang turut membersamai membahas terkait sistem perkuliahan semester genap juga menyampaikan aspirasi dan keluhan mahasiswa berdasarkan hasil diskusi Forum Gubernur dan Wakil Gubernur yang telah dilaksanakan Rabu kemarin.

Adapun aspirasi yang disampaikan, yaitu :
1. Melaksanakan perkuliahan semi daring (Hybrid learning) untuk semester depan sesuai dengan surat edaran Kemendikbud No. 6 Tahun 2020.
2. Mengadakan regulasi untuk pengawasan pembelajaran terhadap dosen.
3. Memaksimalkan sosialisasi sistem perkuliahan terhadap dosen dan mahasiswa yang berlaku kedepannya.
4. Mengadakan platform digital untuk menunjang pembelajaran.

Kepala BAK UNRI menanggapi mengenai keluhan dan permasalahan yang disampaikan. Ia mengatakan, pihak akademis kini juga sedang dalam tahap evaluasi perkuliahan daring bersama LPPM dan kelemahan yang disampaikan sama, yakni kurang efektifnya perkuliahan yang dilaksanakan secara daring ini.

Sementara itu, Febriansyah selaku Mensospol BEM UNRI juga menanyakan perihal bagaimana regulasi serta sanksi yang bisa diberikan kepada mahasiswa maupun dosen dalam proses pembelajaran daring yang tidak efektif. “Ada dosen yang masih memindahkan jam pelajaran bahkan hingga malam, begitu juga dengan mahasiswa yang masih menutup kamera ataupun tidak maksimal dalam mengikuti perkuliahan,” imbuhnya.

Terkait pengawasan yang dilakukan terhadap pembelajaran daring ini, Azhar menjelaskan dari pihak akademik hanya memberikan regulasi kepada tiap fakultas, sedangkan untuk pengawasan perkuliahan dikembalikan kepada fakultas masing-masing.

“Sebelum keadaan covid seperti inipun juga sudah dilakukan pengawasan perkuliahan dari pihak fakultas itu sendiri. Mungkin untuk kedepannya akan diusahakan bersama LPPMP untuk mengawasi atau mengajak berdiskusi bersama Pimpinan Fakultas seminimal 2 atau 3 bulan sekali mengenai pengawasan di setiap fakultas,” jelas Azhar.

Di lain hal, ia menyampaikan pihak UNRI telah membuka peluang terkait efektifitas pembelajaran yang membutuhkan praktek secara offline. Dalam hal ini pihak fakultas boleh mengajukan izin ke Rektorat dan kemudian akan dipertimbangkan agar bisa melaksanakan praktek secara offline. “Dan sekarang sedang dirancang kembali dengan mengacu pada surat edaran ataupun SOP yang telah di keluarkan sebelumnya, serta evaluasi perkuliahan dari semester ganjil untuk dapat mempersiapkan perkuliahan semester depan, dibuat regulasi pembelajaran secara hybrid yakni untuk teori dilakukan secara online, lalu praktek labor, praktek lapangan serta teknik persidangan dilakukan secara hybrid (offline),” ujarnya.

Lebih lanjut, dalam pertemuan ini Febri juga menyampaikan terkait Learning Management System (LMS) yang telah dirancang oleh UNRI untuk penunjang perkuliahan daring agar bisa segera diterapkan. Serta menambah aspirasi lainnya dari mahasiswa terkait permasalahan kuota wisuda online yang terbatas bagi mahasiswa yang prosesi wisudanya tertunda secara offline.

“Dibukakan kuota online wisuda tanpa batas saja. Kalaupun tidak bisa, setidaknya prioritaskan angkatan yang sudah lama, seperti angkatan 14 dan 15,” saran Febri.

Kemudian mengenai wisuda ini ditanggapi oleh Kepala BAK UNRI, “Mungkin untuk saat ini memang belum bisa dilakukan secara offline mengingat kondisi pandemi di Riau yang belum menurun. Namun untuk kuota wisuda secara online, UNRI membuka kuota sebanyak mungkin tergantung aspirasi dari mahasiswa itu sendiri, jika dibutuhkan penambahan akan segera dibuka kembali dan pihak UNRI pun bisa menyiapkan secepatnya untuk berkas yang perlu dikeluarkan seperti ijazah dari mahasiswa tersebut,” katanya.

Selain itu, Presiden Mahasiswa UNRI Nofrian Fadil Akbar kembali mempertanyakan terkait mengapa UNRI masih menetapkan perkuliahan secara daring sedangkan fasilitas yang mendukung protokol kesehatan telah memadai di setiap fakultas di UNRI. “Sudah dibuat tetapi tidak dioperasikan, maka bagaimana terkait hal ini pak?” tanya Akbar

Menyambung kembali dari pertanyaan tersebut, Azhar mengatakan bahwa hal tersebut merupakan persiapan untuk diberlakukan perkuliahan secara hybrid kedepannya, setiap fakultas disediakan Satgas Covid-19 untuk penunjang kesehatan mahasiswa. Apabila telah siap fakultas tersebut baik secara sarana prasana dalam protokol kesehatan dan penanggung jawab terhadap kesehatan mahasiswa, maka pihak UNRI akan menyetujui permohonan izin untuk pembelajaran secara offline. “Karena pihak UNRI sudah memberikan peluang kepada semua Fakultas, walaupun pembelajaran tersebut hanya teori saja. Jadi silahkan setiap fakultas yang merasa benar-benar memerlukan perkuliahan offline dapat memberikan permohonan izin ke pihak UNRI”, jelas Azhar.

“Tetapi apabila masih terdapat kekurangan, maka akan jadi pertimbangan bagi UNRI untuk menyetujui permohonan izin perkuliahan secara offline tersebut,” tambahnya.

Dari advokasi dan diskusi yang telah dilakukan ini, ditegaskan kembali kepada pihak Pengelola Akademik UNRI agar SOP pembelajaran semester genap bukan hanya sebatas regulasi yang bersifat anjuran tetapi regulasi yang bersifat pengawasan yang menjadi pijakan mahasiswa apabila ingin mengadukan permasalahannya. Serta advokasi dan aspirasi mengenai perkuliahan daring di semester genap dan wisuda online ini dapat diterapkan seperti yang harapkan. (AK/AHA)

☎️Narahubung :
>> M. Deryan Kevin (0896-2170-1572)
Dirjen Advokasi Kemenhadkesma BEM UNRI
——-
BEM UNRI 2021 Kabinet Lentera Bertuah
Presma : Nofrian Fadil Akbar
Wapresma : Fitrah Agra Nugraha
.
#BEMUNRI #KabinetLenteraBertuah
#KLBMembara #KemenhadkesmalKLB #PressRelease #AspirasiMahasiswa