[PRESS RELEASE : Kupas Tuntas Limbah B3, Forum Lingkungan Hadirkan Akademisi Lingkungan]

Pekanbaru, (05/04/2021) – Kementerian Lingkungan Hidup BEM UNRI mengadakan Forum Lingkungan ke-3 pada Rabu (31/03) pukul 16.00 WIB melalui Google Meet. Forum Lingkungan ini menghadirkan Dr. Hafidawati S.Tp., M.T. dan Elvi Yenie, ST. M. Eng sebagai Akademisi Lingkungan untuk membahas terkait esensi dari permalasahan limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) dan Non B3.

Elvi menjelaskan secara singkat mengenai Spent Bleaching Earth (SBE) yang merupakan salah satu limbah berbahaya berasal dari proses industri oleochemical dan pengolahan minyak hewani dan nabati. “SBE termasuk salah satu limbah B3 karena bahan tersebut mengandung residu minyak (sekitar 20-40%) dan asam. Jika SBE mengandung asam yang tinggi dapat menyebabkan penyakit pikun bagi masyarakat terdampak,” jelas Elvi.

Lebih lanjut Elvi menjelaskan terkait Peraturan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) tentang pengecualian limbah SBE sebagai limbah B3 ke non B3, dijelaskan bahwa tidak semua limbah SBE termasuk ke dalam kategori limbah B3. “Beberapa prosedur yang harus dilaksanakan adalah perusahaan melakukan pengajuan untuk mengecualikan pemanfaatan limbah menjadi suatu produk, kadar minyak 3% dengan kandungan organik rendah dan mematuhi peraturan kondisi suatu produk sebagai non B3. Hal ini apabila dilanggar akan terkena sanksi administrasi,” tuturnya. Kemudian Elvi menambahkan bahwa pemanfaatan limbah B3 ini dapat berupa media tanam, bahan bangunan, briket dan adsorben dan sebagai katalis.

Penjelasan dilanjutkan oleh Dr. Hafidawati mengenai Fly Ash dan bottom Ash (FABA) yang merupakan hasil dari pembakaran batubara pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dan industri bahan bakar batubara lainnya. “FABA dapat dikategorikan sebagai limbah B3 dan limbah Non B3. FABA sebagai limbah B3 digunakan untuk pembuatan STEAM dengan temperatur dibawah 600 derajat celsius dengan pembakaran tidak sempurna menggunakan teknologi stoker,” jelas Dr. Hafidawati.
“FABA sebagai limbah Non B3 digunakan untuk menghasilkan listrik dengan pembakaran sempurna dan tidak menunjukkan karakteristik limbah B3,” imbuhnya.

Dr. Hafidawati menyampaikan perbandingan Peraturan Pemerintah (PP) No. 101 tahun 2014 tentang pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dengan PP no. 22 tahun 2021 yang baru disahkan. Pada PP No. 22 Tahun 2021, menyatakan bahwa FABA dari proses pembakaran batubara pada boiler tetap tergolong limbah B3.
FABA dari proses pembakaran batubara pada PLTU merupakan limbah non B3 terdaftar serta tetap dilakukan pengolahan.
Kemudian dalam prosedurnya diperlukan prosedur internal perusahaan dan pencatatan untuk pemanfaaannya. Dalam lingkungan lebih terbuka peluang untuk memanfaatkan material fabel secara optimal namun dengan tetap memperhatikan lingkungan.

“Ada pelarangan dalam pemanfaatan limbah non B3 yaitu dumping (pembuangan) limbah non B3 tanpa persetujuan pemerintah, pembakaran secara terbuka, pencampuran limbah non B3 dan penimbunan limbah non b3 di fasilitas TPA sampah,” kata Dr. Hafidawati.

Dalam pemanfaatannya, FABA di Indonesia dapat dijadikan sebagai bahan baku material infrastruktur, bahan baku untuk daerah tambang, dan bahan baku untuk industri semen. Kemudian beliau menambahkan bahwa beberapa negara sudah sejak lama memanfaatkan FABA, seperti India dan Jepang untuk memproduksi beton ringan dan menggunakan sebagai proses pengaspalan.

“Kalau dampaknya, apabila masyarakat tinggal di daerah PLTU terkena paparan debu yang dari limbah ini secara berkepanjangan, dapat menyebabkan ISPA, kanker bahkan kematian,” pungkasnya.

Dengan adanya penjelasan dari kedua pemateri ini, harapannya dapat menambah ilmu serta pengetahuan mahasiswa terkait limbah B3. Sehingga dalam hal ini mahasiswa mampu memahami dan menyikapi PP No. 22 tahun 2021 yang telah disahkan tentang FABA dari proses pembakaran batubara pada boiler tetap tergolong limbah B3. (VJ/AHA)
——-
BEM UNRI 2021 Kabinet Lentera Bertuah
Presma : Nofrian Fadil Akbar
Wapresma : Fitrah Agra Nugraha
.
#BEMUNRI #KabinetLenteraBertuah #KLBMembara #KemenlindupKLB #PressRelease #ForumLingkungan #LimbahB3