[PRESS RELEASE | Pembelajaran Tatap Muka Akan Dimulai pada Awal Tahun 2021, Dinas Pendidikan Provinsi Riau : Sedang Kita Persiapkan]

 

Hai, Pejuang Membara!

 

Minggu, (20/12/2020) – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim bersama tiga Kementerian lainnya yaitu Menteri Agama Fachrul Razi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto membuat kebijakan untuk membuka sekolah dengan pembelajaran tatap muka. Kebijakan tersebut disampaikan oleh Nadiem Makarim melalui konferensi pers secara daring pada Jumat (20/11) lalu. Pemerintah melakukan penyesuaian kebijakan untuk memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah, Kanwil atau Kemenag dalam menentukan pemberian izin pembelajaran tatap muka untuk setiap sekolah dibawah kewenangannya. Nadiem juga menambahkan pembukaan sekolah tatap muka perlu mendapatkan tiga izin dari tiga pihak terkait yaitu:

1.Pemerintah daerah

2.Kepala sekolah

3.Orang tua wali murid melalui komite sekolah

 

Menanggapi hal ini, BEM UNRI melalui Kementerian Pendidikan, Pemuda dan Olahraga melakukan kunjungan ke Dinas Pendidikan Provinsi Riau pada Jumat (18/12) lalu. Kunjungan ini bertujuan untuk menggali informasi terkait persiapan pemerintah daerah dalam pembelajaran tatap muka pada awal tahun 2021 sekaligus menjalin silaturahmi. Pertemuan ini turut dihadiri oleh jajaran Kemendikpora dan Kemenluniv serta pihak Dinas Pendidikan Provinsi Riau yang diwakili oleh Bapak Dr. Yusri, S.Pd, MT selaku Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Riau.

 

Pertemuan tersebut diawali dengan pembukaan dan perkenalan antara kedua belah pihak kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi mengenai persiapan pemerintah daerah dalam menghadapi pembelajaran tatap muka pada awal tahun 2021. Bapak Yusri mengatakan, Dinas Pendidikan Provinsi Riau telah melakukan sosialisasi ke pihak sekolah khususnya SMA/SMK, dan hasilnya 99% telah siap melaksanakan pembelajaran tatap muka pada awal tahun 2021.

 

“Persiapan ini terdiri dari sarana prasarana yang mendukung protokol kesehatan serta bekerja sama dengan bidang kesehatan dan stakeholder yang terkait, walaupun surat keputusan Gubernur Riau belum terbit mengenai perizinan pembelajaran tatap muka namun Dinas Pendidikan Provinsi Riau akan merancang Standar Operasional Prosedur (SOP) pembelajaran tatap muka untuk berbagai peran pelaksana/pendukung pembelajaran, dari awal hingga akhir pembelajaran di sekolah,” tambahnya.

 

Yasvialan Arianta selaku Mendikpora BEM UNRI, meminta kepada Dinas Pendidikan Provinsi Riau untuk melakukan simulasi pembelajaran tatap muka di setiap sekolah. Hal ini dilakukan agar guru dan siswa dapat memahami bagaimana menerapkan SOP yang telah dirancang dapat dilaksanakan dengan optimal oleh sekolah, siswa serta orang tua agar tidak terjadi kasus atau cluster baru yang terjadi saat pembelajaran tatap muka.

 

“Saya berharap setiap sekolah dapat bekerja sama dengan Puskesmas setempat untuk mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan kepada guru dan siswa. Hal ini dikarenakan banyak guru, siswa dan orang tua masih belum menerapkan protokol kesehatan secara baik dan benar. Kemudian UKS yang ada di sekolah dapat menjadi tempat layanan kesehatan dan memantau protokol kesehatan siswa di sekolah,” ujar Alan.

 

Menanggapi pernyataan dari Mendikpora BEM UNRI, Bapak Yusri juga mengatakan akan melakukan audiensi bersama pemerintah daerah, pihak akademisi, Dinas Kesehatan, Kemenag/Kanwil dan lembaga lainnya.

 

Pertemuan ini berjalan dengan sangat kondusif dan diakhiri dengan foto bersama oleh pihak BEM UNRI dan Dinas Pendidikan Provinsi Riau. (CRE/MAH)

 

Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia! Hidup Perempuan Indonesia!

——-

Presma : Nofrian Fadil Akbar

Wapresma : Fitrah Agra Nugraha

——-

Kementerian Pendidikan, Pemuda dan Olahraga

Kabinet Lentera Bertuah

BEM UNRI 2020

.

#BEMUNRI #KabinetLenteraBertuah #KLBMembara #Kemendikpora #PressRelease #PembelajaranTatapMuka2021