[PRESS RELEASE : Resmikan Program Desa Vokasi, BEM UNRI Berdayakan Potensi Desa Pulau Sarak Menuju Desa Mandiri Pangan]

Hai, Pejuang Membara!

Jum’at, (15/01/21) – Pengabdian masyarakat merupakan salah satu pilar yang harus dipenuhi mahasiswa dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ilmu yang didapat melalui proses pendidikan kemudian mampu diaplikasikan kepada masyarakat untuk membawa perubahan yang lebih baik. Dalam rangka mewujudkan hal ini, BEM UNRI Kabinet Lentera Bertuah berkoordinasi dengan 5 Kementerian mencanangkan program kerja Desa Vokasi di Desa Pulau Sarak, Kabupaten Kampar.

Pembukaan program kerja tersebut diresmikan pada Kamis (14/1) melalui prosesi pemotongan pita oleh Bupati Kampar yang diwakili oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ir. H. Cokroaminto, MM bersama jajaran Pemerintahan Kampar, Kepala Desa Pulau Sarak Erwin Saputra, perangkat desa dan tamu undangan yang turut hadir di Desa Pulau Sarak.

Dalam hal ini, Wakil Presiden Mahasiswa Fitrah Agra Nugraha menyampaikan harapannya kepada seluruh stake holder yang berkaitan agar dapat saling berkoordinasi, menjalin komunikasi dan memberi dukungan dalam melaksanakan program ini.

“Desa vokasi ini merupakan lanjutan dari program BEM UNRI sebelumnya. Ini menjadi kewajiban bagi kami sebagai mahasiswa untuk berkontribusi di tengah-tengah masyarakat dalam bentuk mengoptimalkan program-program tersebut,” ujar Fitrah.

Menanggapi pernyataan dari Wapresma UNRI, Kepala Desa Pulau Sarak Erwin Saputra merasa bangga desanya terpilih dalam menjalan program dari BEM UNRI. “Kami berharap program ini mampu menjadi cikal bakal dari kemajuan Desa Pulau Sarak. Mahasiswa yang akan memberikan ilmunya, berkoordinasi dengan kita sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan desa dan mengurangi angka kemiskinan desa,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ir. H. Cokroaminto, MM dalam sambutannya mengatakan, program Desa Vokasi oleh BEM UNRI memiliki korelasi yang sama dengan program Pemerintah Kampar dalam mencanangkan desa mandiri pangan. Untuk mewujudkan desa mandiri pangan ini, Pemerintah Kampar membuat inovasi yang disebut dengan OCU MAPAN.

“Inovasi ini kita ambil dari kearifan lokal masyarakat Kampar. Dari segi program, OCU MAPAN adalah singkatan dari Optimalisasi Cara Untuk Mandiri Pangan. Dalam hal ini akan dilaksanakan optimalisasi potensi lahan yang bisa diberdayakan oleh masyarakat desa, optimalisasi SDM dari aparatur desa untuk memberikan binaan kepada masyarakat serta optimalisasi pertanian untuk menuju desa mandiri pangan,” terangnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan menuturkan pihaknya sangat mendukung program Desa Vokasi ini. Ia berharap dengan adanya program ini dapat meningkatkan keterampilan, wawasan dan meningkatkan produksi melalui kegiatan-kegiatan sesuai dengan program yang telah direncanakan.

Lebih lanjut, ia mengatakan program vokasi yang dilakukan oleh BEM UNRI ini harapannya tidak hanya mengacu pada desa mandiri pangan, tetapi juga desa yang asri dan bersih.

Selain peresmian melalui pemotongan pita, juga dibuktikan dengan penandatanganan MoU oleh Wakil Presiden Mahasiswa UNRI dan Kepala Desa Pulau Sarak.

Selanjutnya, Mensosmas BEM UNRI Reka Agustia Astari memaparkan program kerja Desa Vokasi yang berkoordinasi dengan 5 kementerian BEM UNRI.

Acara diakhiri dengan simbolis penanaman 2000 bibit tanaman sebagai bentuk dari peresmian pembukaan program Desa Vokasi BEM UNRI. (AHA)
——-
BEM UNRI 2021 Kabinet Lentera Bertuah
Presma : Nofrian Fadil Akbar
Wapresma : Fitrah Agra Nugraha
.
#BEMUNRI #KabinetLenteraBertuah
#KLBMembara #KemensosmasKLB #PressRelease #DesaVokasi #DesaPulauSarak