[PRESS RELEASE : Soroti Kondisi Perempuan dan Anak di Kota Pekanbaru, BEM UNRI Lakukan Kunjungan ke DPPPA]

Hai, Pejuang Membara!

Pekanbaru, (11/04/2021) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan bersama Kementerian Luar Universitas BEM UNRI melakukan kunjungan eksternal ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Riau pada Rabu (7/4) lalu. Dihadiri oleh 10 perwakilan BEM UNRI, kunjungan ini dilakukan dalam rangka silaturahmi dan berdiskusi terkait kondisi perempuan dan anak selama masa pandemi Covid-19 di Kota Pekanbaru.

Dimulai pada pukul 09.00 WIB, diskusi dimoderatori oleh Sri Gemala Melayu sebagai perwakilan dari DPPPA Provinsi Riau. Kemudian diskusi dibuka oleh Mely Oktaviani selaku Menteri Pemberdayaan Perempuan BEM UNRI.

Diskusi diawali dengan pemaparan kondisi perempuan dan anak di Kota Pekanbaru oleh Yani dari Pelaksanaan Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A). Mulai dari laporan kasus yang masuk, beberapa kasus yang telah diselesaikan hingga bagaimana langkah dan solusi dalam upaya preventif terhadap kasus pelecehan yang dialami oleh perempuan dan anak.

“Kasus yang ditangani UPT P2TP2A dalam kurun waktu selama 2020 untuk korban perempuan (usia >18 tahun) meliputi perbuatan pelecehan seksual, kekerasan fisik dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sebanyak 20 Kasus. Sedangkan tahun 2021 (data hingga Februari 2021) sebanyak 5 kasus,” jelas Yani.

“Sedangkan, untuk kasus anak-anak yang telah diselesaikan selama kurun waktu tahun 2019 sebanyak 50 orang laki-laki, 36 orang perempuan. Pada tahun 2020 sebanyak 24 orang laki-laki, 59 orang perempuan. Sedangkan tahun 2021 7 orang laki-laki dan 12 orang perempuan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Yani menjelaskan mekanisme penyelesaiaan kasus di UPT P2TP2A yakni : pertama, penerimaan aduan, kedua konsultasi, ketiga penjadwalan korban/tindakan investigasi, keempat pengelolaan kasus, kelima pendampingan terhadap korban hingga pulih.

Dalam hal ini Mely menyatakan diskusi ini sangat menambah wawasan dan pengetahuan mengenai kasus-kasus yang pernah terjadi selama pandemi maupun sebelum pandemi di Kota Pekanbaru, serta bagaimana penyelesaian dan pencegahannya. “Ini akan memberikan pengetahuan baru untuk kita agar selalu waspada terhadap segala bentuk kejahatan, baik kejahatan seksual, tindakan asusila atau kriminalitas lainnya,” ujar Mely. (HH/AHA)
——-
BEM UNRI 2021Kabinet Lentera Bertuah
Presma : Nofrian Fadil Akbar
Wapresma : Fitrah Agra Nugraha
.
#BEMUNRI #KabinetLenteraBertuah #KLBMembara #KemenPPKLB #PressRelease