“Kukerta UNRI Selalu Munculkan Polemik, BEM UNRI Kerap Datangi LPPM UNRI”
. ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Pekanbaru (12/06/2020) – Kukerta UNRI 2020 yang sejak terjadinya Corona beralih menjadi Kukerta Relawan Covid dan Kukerta Relawan Desa Lawan Covid menuai banyak keresahan di mahasiswa, pasalnya disebabkan tidak adanya sosialisasi di awal Kukerta Kerelawanan ini diumumkan oleh LPPM, sampai kepada mahasiswa yang telah menjalani Kukerta Kerelawanan tersebut masih merasa kebingungan karna minimnya informasi dari LPPM. Termasuk bagaimana kepastian kukerta lainnya, akankah ditunda hingga 2021 atau bagaimana, sebab membutuhkan ketegasan LPPM Unri. Berkaca dari kampus lain, ada yang tegas dan langsung membatalkan kukerta tahun ini, dan dilaksanakan di tahun 2021. Hal inilah membuat BEM UNRI bersama perwakilan lembaga mahasiswa menyambangi LPPM UNRI untuk meminta kejelasan KUKERTA Tahun 2020 tepatnya pada Senin (18/05/2020) yang lalu.

Alih-alih mendapatkan penjelasan yang konkrit yang dibutuhkan oleh mahasiswa UNRI yang akan kukerta tahun ini, LPPM malah memberikan jawaban normatif kala itu, “bahwa sejak pandemi Covid 19 ini tidak ada yang bisa dipastikan, semua serba tak pasti, saya gak bisa memutuskan sekarang, kita lihat kedepannya.” Kata Ketua LPPM UNRI. Seakan Pandemi Covid 19 dijadikan kambing hitam seutuhnya. Lalu, keresahan mahasiswa muncul kembali setelah adanya penyampaian informasi yang makin simpang siur di grup telegram buatan LPPM UNRI. Selain itu, banyaknya pengaduan mahasiswa ke Kelembagaan mahasiswa, membuat kelembagaan mahasiswa sepakat melakukan Aksi Media Serentak ke LPPM UNRI pada Sabtu (30/05/2020) lalu.

Kelanjutan dari aksi media serentak itu berlanjut pada audiensi kelembagaan mahasiswa ke LPPM UNRI pada Rabu (03/06/2020) lalu di Lantai 2 LPPM UNRI. Hadir BEM UNRI, DPM UNRI dan beberapa BEM Fakultas, turut hadir Prof. Dr Iwantono, M.Phil selaku Wakil Rektor III UNRI, Prof. Almasdy selaku Ketua LPPM UNRI dan jajaran serta Tim Pokja Kukerta UR 2020. .
Diawali oleh Wakil Rektor III UNRI yang menyampaikan secara umum kondisi Kukerta yang saat ini  bersamaan dengan pandemi Covid 19 yang membuat pelaksanaan kukerta dan pembelajaran menjadi terhambat. Kemudian dilanjutkan oleh Prof. Almasdy selaku Ketua LPPM UNRI menyampaikan hal terkait kukerta dimana kondisi pandemi saat ini membuat LPPM UNRI melalui Tim Pokja berfikir ekstra untuk merumuskan konsep kukerta yang terbaik.

.
Selanjutnya, dari pihak mahasiswa, BEM UNRI melalui Ari selaku Menhadkesma menyampaikan diawal, “bahwa setiap gerakan advokasi itu murni atas aspirasi mahasiswa yang diwakilkan oleh kelembagaan mahasiswa. Bukan provokator dari seseorang. Sebab, sempat ada orang-orang tak bertanggung jawab, ingin mencederai gerakan mahasiswa”, ujar Ari.
.
“Kemudian, dari pertemuan dengan LPPM UNRI sebelumnya, berlanjut aksi media serentak, hingga saat ini, mahasiswa cuma minta kejelasan Kukerta tahun 2020 ini. Karena dari LPPM UNRI sering membuat keresahan itu sendiri. Pendaftaran KKN Relawan Covid gelombang 4 yang semula berakhir 30 Mei kala itu, tiba-tiba diinfokan di instagram kukerta unri buatan LPPM UNRI berakhir 18 Mei. Karena waktu itu langsung menimbulkan reaksi dari mahasiswa , dua jam kemudian LPPM UNRI kembali membatalkan keputusannya dan menetapkan kembali ke semula. Ini jelas menunjukkan LPPM UNRI tidak konkrit memutuskan dan menetapkan kebijakannya sendiri”, tegas Ari selaku Menhadkesma.
.
Lalu, tiba-tiba ada informasi Kukerta PPM yang akan dibuka kemudian hari. Setelah itu, tiba-tiba menghilang kabar beritanya, dan sampai sekarang tidak ada kelanjutan lagi. Kemudian bergulir informasi kukerta terintegrasi dan kukerta balek kampung. Maka, saat ini mahasiswa ingin tau dengan pasti Kukerta apa saja yang akan dilaksanakan di masa pandemi. Dan apakah benar ada pengunduran kukerta hingga ke tahun 2021, karena sempat beredar info demikian dari mahasiswa yang datang bertanya ke LPPM UNRI, dan salah satu staff LPPM menyampaikan demikian.
.
Ketua LPPM UNRI menyampaikan, “Soal Kukerta Relawan Covid yang sempat ditutup pendaftarannya waktu itu, karena sudah terlalu banyak yang mendaftar, dan dosen untuk jadi DPL nya tidak ada, baik dosen maupun tim pokja sudah merasa jenuh.
Tapi akhirnya dibuka lagi setelah adanya reaksi dari mahasiswa”, ujar Ketua LPPM.
.
Disamping itu Pihak LPPM UNRI mengakui bahwa informasi-informasi terkait kukerta yang diberikan tidak maksimal dikarenakan kondisi pandemi ini membuat semua tidak bisa dipastikan. Dan mengakui adanya miskomunikasi dalam penyampaian informasi ke mahasiswa.
.
Kemudian dilanjutkan oleh Sekretaris LPPM UNRI, Dr. Emilda Firdaus, SH., MH, menyampaikan, bahwa LPPM UNRI memastikan tidak mengundur kukerta karena jika diundur akan terjadi penumpukan mahasiswa kukerta ditahun berikutnya. LPPM UNRI sendiri telah menyiapkan dosen yang diberikan tanggung jawab untuk memberikan informasi seputar kukerta dari setiap fakultas.
.
Pihak LPPM UNRI juga mengatakan saat ini kukerta terintegrasi bisa dilakukan, sebab itu penelitian dosen yang melibatkan mahasiswa, tergantung dari dosen bersangkutannya lagi kapan dimulai. Perihal Kukerta Balek Kampung sedang disiapkan konsepnya, dan akan dibawa dulu ke Rapat DPH Universitas Riau.
.
Tambahan informasi dari LPPM UNRI, untuk mahasiswa yang mengikuti Kukerta Relawan Desa Lawan Covid, jika satgas desanya sudah mulai kegiatan, silahkan langsung diikuti saja dulu, soal pendaftaran atau yang lainnya bisa menyusul, terpenting komunikasi saja ke pihak desa.
.
Syafrul Ardi selaku Presiden Mahasiswa menyampaikan agar LPPM UNRI mengkonkritkan informasi kukerta tahun ini. “Kami harap LPPM UNRI segera mengkonkritkan informasi kukerta dan terus melakukan sosialisasi kkn yang akan dilaksanakan ataupun membuat sesi diskusi online yang bisa memberi penjelasan ke mahasiswa, agar tidak terjadi simpang siur informasi dan membuat mahasiswa bingung. Saat ini ada media sosial yang bisa digunakan” tegas Syafrul.
.
Terakhir, BEM UNRI menegaskan, agar informasi yang diberikan LPPM UNRI benar-benar konkrit dulu. “Informasi yang diberikan harus konkrit, Kalau masih rencana atau bahkan draft nya belum ada, jangan diinfokan, bisa-bisa membuat mahasiswa bingung lagi. Admin grup telegram yang dibuat oleh LPPM hendaknya menjawab pertanyaan mahasiswa, jangan diabaikan. Itu sudah menjadi tanggung jawab LPPM UNRI. Selanjutnya, untuk KKN Balek Kampung segera dirampungkan, agar mahasiswa benar-benar bisa menyiapkan dan mengikuti kkn yang dilaksanakan ditengah pandemi ini. LPPM bisa mempublish kontak dosen yang menjadi koordinator kukerta tiap fakultas, agar mahasiswa bisa bertanya pada koordinator fakultasnya masing-masing, jika tidak bisa langsung ke LPPM UNRI”.
DPM UNRI juga turut menyampaikan harapan dan aspirasi mahasiswa yang akan mengikuti Kukerta tahun ini. Dan minta ketegasan LPPM UNRI dalam pelaksanaan Kukerta tahun ini.
.
Selanjutnya, pasca audiensi ke LPPM UNRI, BEM UNRI melakukan follow up kepada Pak Besri selaku Ketua Tim Pokja Kukerta UNRI melalui Chatting WhatsApp pada Minggu (07/06/2020) lalu, menanyakan kapan informasi KKN Balek Kampung rilis dari LPPM UNRI. “Panduan sudah lengkap tinggal menunggu surat keputusan Rektor. Kalau Rektor sudah mengizinkan, langsung kita buka pendaftaran Pembimbing dan Mahasiswa.” Jawab Pak Besri.
(ALF/RA)
. ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia!
#BEMUNRI #SriIndrapura #JantungHatiMasyarakatRiau #Kemenhadkesma #RilisKSI
#KukertaUNRI2020 #AdvokasiKesejahteraanMahasiswa
__________________________________
Presiden Mahasiswa : Syafrul Ardi
Wakil Presiden Mahasiswa : Abdul Hamid
———————————————————
KEMENTERIAN HUKUM DAN ADVOKASI KESEJAHTERAAN MAHASISWA
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
KABINET SRI INDRAPURA
BEM UNIVERSITAS RIAU 2020