[BEM UNRI RILIS AKSI GERAKAN RAKYAT DAN MAHASISWA RIAU]
.
● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ●
.
“Gerakan Rakyat dan Mahasiswa Riau Adakan Aksi Desak Gubernur Riau Tegas Tolak Omnibus Law”
.
Pekanbaru, (13/10/2020) – Ribuan masa aksi dari Rakyat dan Mahasiswa Riau yang tergabung dalam Aksi Gerakan Rakyat dan Mahasiswa Riau turun ke jalan dikarenakan belum adanya ketegasan dari Gubernur Riau untuk turut menolak Omnibus Law mewakili suara Rakyat Riau. Aksi ini diluncurkan oleh Suara Mahasiswa Se-Riau yang dinamakan Aksi GERAM Riau yang dilaksanakan pada Sore (13/10/20).

Aksi oleh Gerakan Rakyat dan Mahasiswa Riau dari Universitas Riau diawali dengan penjemputan massa aksi lalu menuju ke UNRI Gobah untuk melakukan Sholat Zuhur Berjamaah bagi Mahasiswa Muslim. Setelah itu, masa aksi dari Universitas Riau secara bersama-sama menuju titik kumpul aksi di GOR Tribuana Pekanbaru. Tampak beberapa polisi yang sudah siap untuk mengamankan masa aksi yang akan menuju ke Kantor Gubernur Provinsi Riau. Sebelum aksi ini dilaksanakan, BEM UNRI sudah melaksanakan 2 kali konsolidasi baik konsolidasi bersama sesama Mahasiswa UNRI maupun bersama seluruh aliansi GERAM Riau. Aksi kali ini berbeda dengan aksi yang telah dilakukan sebelumnya dikarenakan kondisi Pandemi yang masih terjadi di Indonesia. Hal ini tampak dari massa aksi yang menggunakan masker sesuai protokol kesehatan dan hal lainnya yang harus dipersiapkan sebelum aksi dimulai. Koordinator Lapangan dari Aksi GERAM Riau, langsung di koordinir oleh Presiden Mahasiswa dari tiap Universitas yang ada di Riau. Dengan penuh semangat, masa aksi menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Mahasiswa dan Buruh Tani serta saling bergandengan tangan untuk mencegah masuknya penyusup ke barisan aksi.

Tepat pukul 14.45 WIB Masa Aksi Gerakan Rakyat dan Mahasiswa Riau menduduki Kantor Gubernur Provinsi Riau. Aliansi GERAM Riau disambut oleh pagar kawat dan barisan ratusan polisi yang berada di dalam dan luar pagar Kantor Gubernur Riau. Pihak kepolisian menghimbau agar masa aksi menyampaikan aspirasi secara tertib dan lebih bijak dengan tetap memperhatikan norma hukum serta protokol kesehatan. Masa Aksi diminta untuk menunggu Gubernur/Wakil Gubernur Riau untuk bisa ditemui oleh seluruh masa aksi. Sambil menunggu kehadiran Gubernur Riau, setiap presiden mahasiswa menyampaikan aspirasinya. Syafrul Ardi selaku Presiden Mahasiswa UNRI menyampaikan agar pemerintah Riau dapat lebih tegas menolak Omnibus Law karna dampak yang akan ditimbulkan tidak hanya kepada SDM saja namun SDA yang ada di Riau juga akan terancam, “Kami sangat menyesal memilih DPR kita. Draft final dari UU Cipta kerja saja belum final, namun dengan mudahnya disahkan. Kita perhatikan DPR kita begitu bobrok, kami juga kecewa dengan DPR Riau, seperti kita ketahui bersama Amdal akan diatur semua di pusat, lalu untuk apa pemerintahan daerah kita? Surat dari Pemerintah daerah hanya meneruskan aspirasi kita, yang kami inginkan disini adalah pemerintah kita yang mewakili kita untuk langsung dengan tegas menolak Omnibus Law”, tegas Syafrul dengan suara lantangnya.
Presiden Mahasiswa dari berbagai Universitas yang ada di Riau juga menyampaikan aspirasinya dengan satu suara untuk menghimbau pemerintah Riau tegas turut menolak UU Cipta Kerja Omnibus Law. Masa aksi terus menunggu Gubernur Riau untuk dapat menemui Rakyat dan Mahasiswa Riau. Suara yang bergema dari arah Kantor Gubernur Riau selalu memperingati masa untuk menyampaikan aspirasi melalui pengajuan gugatan yudisial review kepada mahkamah konstitusi. Namun disini, masa aksi mempertanyakan tentang bagaimana ketegasan dari Gubernur Riau terkait pengesahan Omnibus Law. Masa aksi terus menyuarakan agar Gubernur Riau dapat hadir membersamai Rakyat dan Mahasiswa Riau.

Sekitar 2 jam menunggu di depan pagar Kantor Gubernur Riau, Wakil Gubernur Riau keluar menemui masa aksi. Beliau menyampaikan agar perwakilan mahasiswa dapat masuk dan sampaikan aspirasi di dalam namun pihak pemerintah Riau sudah menyampaikan aspirasi mahasiswa kepada Presiden Indonesia, “Pemerintah Provinsi Riau telah mengirim surat kepada presiden Indonesia terkait aspirasi adek-adek sekalian. Saya tidak bisa menyatakan penolakan secara individu”, Ujar Bapak Wakil Gubernur.
Namun dikarenakan penjelasan Wagub Riau yang tidak terlalu jelas terdengar oleh Masa aksi, beberapa masa berteriak agar bapak wagub bisa menjelaskan dengan menggunakan mic. Tapi disaat itu, wagub sudah ditarik untuk masuk kembali ke Kantor Gubernur dan masa aksi sudah mulai tidak kondusif. Ditengah pertikaian tersebut, seluruh presiden mahasiswa berkumpul dan kembali berunding untuk langkah yang harus diambil demi mendapatkan kejelasan. Dapat disimpulkan bahwa, dari aksi kali ini Gerakan Rakyat dan Mahasiswa Riau belum mendapat ketegasan dari Pemerintah Provinsi Riau untuk turut menolak UU Cipta Kerja Omnibus Law.(AZ)
.
Hidup Mahasiswa ! Hidup Rakyat Indonesia !
.
#BEMUNRI #SriIndrapura #JantungHatiMasyarakatRiau #RilisKSI #Kemensospol #MosiTidakPercaya #KoalisiRakyatRiau #BatalkanOmnibuslaw
____________
Presiden Mahasiswa : Syafrul Ardi
Wakil Presiden Mahasiswa : Abdul Hamid
———————————————————
KEMENTERIAN SOSIAL POLITIK
KABINET SRI INDRAPURA
BEM UNIVERSITAS RIAU 2020