“Fenomena Pelecehan Seksual Meningkat, KemenPP BEM UNRI Adakan Dinamis Online”
.
Pekanbaru (10/10/2020) – Telah dilaksanakan kegiatan diskusi DINAMIS Online dengan tema bahasan ”Fenomena dan Tantangan dalam Kasus Pelecehan Seksual di Kampus” pada (22/09/20). Kegiatan ini dilaksanakan melalui media online, Zoom Meeting. Agenda yang dilaksanakan oleh KemenPP BEM UNRI mengundang Ibu Dra. Risdayati. M. Si yang merupakan dosen FISIP Unri dan ibu Alimatul Qibtiyah selaku komisioner komnas perempuan dengan dihadiri oleh mahasiswa dari beberapa universitas di Indonesia. Acara dimulai pada pukul 13.50 dan berakhir pada pukul 15.50.
.
Kasus pelecehan seksual dapat terjadi dimanapun dan kepada atau oleh siapapun. Salah satunya dapat terjadi di perguruan tinggi. Artinya, kasus-kasus tersebut dilakukan oleh warga kampus, terjadi di kampus, atau dikegiatan luar kampus yang masih berkaitan dengan kehidupan
Universitas. Belakangan ini banyak kasus pelecehan seksual dikampus yang telah mencuat kepermukaan seperti yang terjadi di UGM, UII dll. Memandang hal tersebut seharusnya kampus mengambil langkah tegas dalam penanganannya, namun tak jarang dalam realita nya Institusi pendidikan justru abai dalam perlindungan korban, bahkan terkesan menutupi kasus
yang masuk dengan mengatasnamakan nama baik kampus.
.
Dalam diskusi ini juga turut menerangkan tentang pelecehan seksual, bentuk-bentuk pelecehan seksual, dampaknya (baik fisik hingga psikis), hingga menjelaskan bagaimana dinamika kasus pelecehan seksual yang terjadi dikampus, baik dari feomenanya hingga tantangan yang dihadapi dalam upaya pencegahan hingga penanganannya.
.
Bu Risda menyampaikan bahwa belum adanya wadah pelaporan kekerasan seksual di kampus yang memadai, “dikampus belum adanya wadah pelaporan yang memadai, terlebih lagi informasi tentang pelecehan seksual ini terjadi secara sporadis maka diperlukanlah wadah yang mampu menampung dan mengakomodir permasalahan tersebut. Sehingga pada akhirnya, dibentuklah 4P di Universitas Riau. Dalam temuan kami di 4P beberapa korban telah berani menyuarakannya, sekitar 5 orang dari beberapa fakultas yang laporannya kami terima dan sudah ditindaklanjuti. Melihat hal ini, tentu kita tidak mau Universitas Riau menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya para predator seksual maka kedepannya Universitas Riau seharusnya sudah membicarakan upaya preventif sekaligus upaya penanganannya. Sudah saatnya kampus berbenah, mengevaluasi sebab dan dampak pelecehan seksual yang begitu besar bagi psikis si korban. Yuk ciptakan lingkungan kampus yang aman”, jelas Ibuk Risda selaku pemateri.
.
Diakhir sesi diskusi bu Risda dan bu Alimatul menyampaikan agar informasi mengenai kekerasan seksual yang dialami segera dilaporkan. “Bagi siapapun yang pernah menjadi korban, sebaiknya bercerita kepada orang, lembaga ataupun komunitas yang dipercaya. Simpan nomor-nomor penting sebagai tempat pelaporan untuk antisipasi misalnya kepada 4P BEM UNRI, Komnas perempuan, RUPARI-Ibu Risda dengan nomor Hotline yang telah disediakan. Jika kamu pendengar maka jadilah pendengar yang baik, yang mampu memberikan semangat, dorongan atau motivasi dan rasa tenang kepada korban bukan berbalik menyerang dengan pertanyaan-pertanyaan yang menyudutkan.(MO)

see this page

Hidup Mahasiswa ! Hidup Rakyat Indonesia !

#BEMUNRI #SriIndrapura #JantungHatiMasyarakatRiau #KemenPP #RilisKSI #DinamisOnline
____________
Presiden Mahasiswa : Syafrul Ardi
Wakil Presiden Mahasiswa : Abdul Hamid
———————————————————
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

KABINET SRI INDRAPURA
BEM UNIVERSITAS RIAU 2020