[BERITA BEM UNRI | RILIS MEDIS-ON MAJELIS DISKUSI ONLINE]
.
● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ●
.
“Majelis Online Sesi Kelima, BEM UNRI Bahas Diskusi Mengenai Kebijakan PSBB di Kota Pekanbaru”

Pekanbaru (07/05/2020) – Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Pekanbaru diperpanjang hingga 14 Mei 2020. Hal ini karena masih banyaknya kasus dan Kota Pekanbaru masih dicap sebagai zona merah. Menanggapi hal tersebut, BEM UNRI kembali menggelar Majelis Diskusi Online (Medis-On) dengan tema “Efektifkah Kebijakan PSBB di Kota Pekanbaru?” pada Rabu (29/04/2020) lalu.

Majelis Online Diskusi sesi kelima ini menghadirkan Bapak Hamdani selaku Ketua DPRD Kota Pekanbaru, sedangkan Bapak M. Noer selaku Sekda Kota Pekanbaru yang diundang berhalangan diskusi tersebut. BEM UNRI menyayangkan bahwa ketidak hadiran sekda dalam diskusi kali ini menunjukkan ketidakbukaan publik dalam kebijakan PSBB ini. Diskusi ini juga dilakukan dengan metode daring lewat aplikasi ZOOM dan didengarkan langsung melalui Instagram BEM UNRI.
Bapak Hamdani selaku Ketua DPRD Kota Pekanbaru menyatakan bahwa, PSBB yang sedang bekerja pada hari ini belum efektif dan tepat sasaran. “PSBB yang sedang berjalan pada hari ini belum tepat sasaran dan harus ada pendataan ulang. Sebab, banyak masyarakat yang menolak bantuan saat ini. Hal ini dilihat dari bantuan yang telah diajukan belum sesuai dengan yang diberikan oleh pemerintah. Pada jam-jam tertentu masih Ada keramaian dan penerapan PSBB sesuai dengan targetan pemerintah. Kebijakan pemerintah terhadap PSBB ini bagus, tapi dalam hal ini penerapan dan implementasi ini belum mencapai target. Pasalnya Pekanbaru sudah menjadi daerah zona merah, seharusnya ada tindakan belum yang cepat tapi tindakan pemerintah kota yang lambat dan Banyak seperti mencopy bahasan dari PSBB jakarta karna ada beberapa kalimat sepertinya sama.

Dengan ini BEM UNRI menyampaikan kepada ketua DPRD Kota Pekanbaru,

 “kami harap DPRD bisa menyampaikan pengawasan terhadap transparansi dan sasaran yang jelas pada PSBB jilid ke 2 ini. Kita tidak mau ada lagi kesalahan-kesalahan dalam memberikan bantuan dan lebih mensosialisasikan kebijakan PSBB, karna masyarakat masih banyak yang taat aturan dan disiplin serta pendataan, penyaringan terhadap penerima bantuan dan memberikan bantuan itu juga tidak tepat sasaran kepada orang yang tidak mampu dan yang terkena pandemi Covid-19 tapi orang perantauan juga diperhatikan.
Maka dari itu belum BEM UNRI memiliki beberapa harapan dan permintaan kepada walikota pekanbaru agar segera dilaksanakan:
1. Meninjau kembali perwako yang telah diterbitkan agar sanksi yang jelas seperti apa yang diberikan, pendataan yang jelas dan juga memperhatikan masyarakat perantau ulang menetap di Kota Pekanbaru.
2. Memberikan bantuan sosial tahap ke II kepada masyarakat terdampak Covid-19 di Kota Pekanbaru secara transparan.
3. Mengevaluasi secara tepat pelaksanaan PSBB tahap 1 dan memberlakukan kebijakan yang berlaku agar perpanjangan psbb tahap II dapat efektif dalam penanganan Covid-19 di Pekanbaru.
Diskusi Online diakhiri dengan pembacaan surat terbuka untuk walikota pekanbaru. (AZ)
.
.
.
#BEMUNRI #SriIndrapura #JantungHatiMasyarakatRiau #Kemensospol #RilisKSI #MedisOnSesiKelima
____________________________________
Presiden Mahasiswa: Syafrul Ardi
Wakil Presiden Mahasiswa: Abdul Hamid
————————————– ——————-
KEMENTERIAN SOSIAL POLITIK
.
KABINET SRI INDRAPURA
BEM UNIVERSITAS RIAU 2020